Lintas Jabar
Heryawan: Infrastruktur Jawa Barat Semakin Mantap
- Details
- Category: Ahmad Heryawan di Media
- Published on Sunday, 29 April 2012 11:27
- Written by bowo
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian. Untuk itu sejak tahun 2009 hingga 2011, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membangun jalan sepanjang 7,9 kilometer serta jembatan sebanyak 7 buah. Selain itu, telah dilakukan peningkatan jalan sepanjang 367,57 kilometer, pergantian jembatan sepanjang 485,9 meter, merehabilitasi jalan sepanjang 505 kilometer dan rehabilitasi jembatan sepanjang 2.226,5 meter.
Kegiatan lain seperti pemeliharaan jalan-jalan milik provinsi terus dilakukan secara rutin agar kondisinya tetap terjaga baik dan mantap. Karenanya, kinerja tersebut mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia berturut-turut sejak tahun 2009 hingga tahun 2011.
"Pengembangan infrastruktur dilakukan guna mendorong dan menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesejahterahan secara umum. Untuk itu, terus diupayakan peningkatan kemantapan jalan, yang sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 ini menunjukan peningkatan yang signifikan. Tingkat kemantapan jalan yang semula 88,16 persen pada akhir 2008, kini melonjak pada kisaran 95,03 persen pada akhir 2011. Capaian tersebut bahkan melampaui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat. Bahkan kinerja pembangunan infrastruktur di Jawa Barat mendapat pujian dan penghargaan berturut-turut sejak tahun 2009 hingga tahun 2011 dari Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Semua prestasi itu patut kita syukuri bersama," ujar Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Sabtu (28/4).
Lebih lanjut Heryawan menjelaskan sepanjang tahun 2011 lalu telah tuntas pembangunan 159 jembatan dengan total panjang mencapai 4.310,9 meter. Termasuk 2 jembatan yang akan diresmikan pada bulan April ini, yakni Jembatan Ciselang (51,7 meter) dan Cisadea (122,4 meter). Kedua jembatan itu dibangun dengan biaya mencapai Rp 27,66 miliar. Sehingga seluruh jalur horizontal kawasan Jawa Barat Selatan sudah terhubungkan dengan jalan dan jembatan. "Dalam kurun waktu 2008 hingga 2011, Pemerintah Provinsi menggelontorkan Rp 220,6 miliar untuk infrastruktur kawasan Jabar Selatan. Anggaran itu digunakan untuk meningkatkan jalan sepanjang 32,35 kilometer, rehabilitasi jalan 57,6 kilometer, rehabilitasi jembatan 380 meter dan pergantian jembatan 155 meter," tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat M. Guntoro menyatakan untuk meningkatkan aksesibilitas jalur tengah dan utara, telah dilakukan peningkatan jalur vertikal Jabar Selatan. Dalam kurun tahun 2008-2012, sekitar Rp 107,5 miliar dikucurkan dari APBD Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan jalan sepanjang 23,85 kilometer. Rehabilitasi jalan sepanjang 47,3 kilometer, rehabilitasi jembatan sepanjang 342,6 meter dan pergantian jembatan sepanjang 111 meter. Untuk peningkatan jalur vertikal utama; Bandung-Cukul-Cisewu-Rancabuaya dialokasikan anggaran sebesar Rp 165 miliar dan Cikajang-Pameungpeuk sebesar Rp 51 miliar yang seluruhnya melalui program tahun jamak. "Untuk tahun 2012 ini kita akan melakukan pembebasan lahan, bersama Pemerintah Pusat disiapkan anggaran Rp 400 miliar guna melakukan pelebaran dan perbaikan kondisi jalan. Rencananya pembangunan dilaksanakan pada tahun 2013," jelasnya.
Diharapkan dengan upaya terobosan dan kebijakan infrasturktur yang fokus dapat menuntaskan sejumlah permasalahan pembangunan yang selama ini membelit sejumlah kawasan. Baik itu berupa minimnya saran jalan dan jembatan yang berakibat terganggunya aksesibilitas orang dan barang. Sehingga menghambat proses pemerataan pembangunan di Jawa Barat. Menurut Heryawan, diharapkan pada tahun 2013 seluruh lintasan jalan dan jembatan dapat dilalui dengan lancar dengan kondisi mantap. "Jaringan jalan dan jembatan yang baik dan mantap akan mempercepat proses pemerataan pembangunan secara luas. Semua kawasan akan terhubung dengan baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal. Jalan mulus tingkat perekonomian masyarakat diharapkan semakin bagus," pungkasnya.


