Fri05182012

Last update10:18:22 AM

Lintas Jabar

2.000 Tunanetra Diminta Mandiri; Kementerian Sosial Beri Pelatihan Keterampilan

TASIKMALAYA – Sebanyak 2.000 penyandang tunanetra di seluruh wilayah di Jawa Barat mendapat pelatihan dari Kementerian Sosial. Pelatihan keterampilan dimaksudkan untuk membekali mereka agar tetap bisa hidup mandiri dan memiliki penghasilan demi menunjang kebutuhan sehari-hari.

 

Seperti yang dilaksanakan di Lembaga Bantuan Kemasyarakatan (LBK) di Jalan Raya Tamansari, Kota Tasikmalaya, kemarin, lebih dari 50 penyandang tunanetra mengikuti pelatihan keterampilan memijat. Rencananya jika sudah terampil, mereka akan ditempatkan di sejumlah tempat seperti terminal dan pusat keramaian untuk melakukan praktik pemijatan.

"Tahun ini programnya dikonsentrasikan ke 100 kabupaten dan kota di Indonesia, di Jawa Barat sendiri ada sekitar 2.000 penyandang tunanetra yang harus mendapatkan pelatihan keterampilan. Diharapkan dengan demikian mereka bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri tanpa harus membebani orang lain, namun tentunya pelatihan sangat diperlukan," papar Kepala UPT PSBN Kementerian Sosial Mariam Duyo.

Pelatihan keterampilan yang dilaksanakan di LBK Tamansari menyerap anggaran hingga Rp50 juta, dari Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya. Diharapkan seluruh peserta penyandang tunanetra yang mengikuti pelatihan akan memiliki keterampilan tersebut dan bisa segera melakukan praktik dan memiliki penghasilan sendiri.

"Rencananya kami akan memfasilitasi mereka agar bisa praktik diTerminalTipe A Indihiang, di sana akan dibuka sebuah outlet khusus bagi mereka. Saya yakin jumlah peminatnya akan cukup tinggi, dari mereka para sopir, kondektur, ataupun penumpang yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Sehingga apa yang diharapkan mereka bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri bisa terwujud," ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Imih Misbahul Munir.

Keterampilan pemijatan yang diberikan saat ini kepada para penyandang tunanetra berupa pijat sakit kepala, pinggang, leher, stroke ringan, dan jantung ringan,namun tentunya pelatihan keterampilan diberikan secara bertahap sehingga hasilnya memuaskan. Ketika mereka melakukan praktik pun akan memberikan hasil yang optimal kepada pengguna jasanya. (nanang kuswara)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Jum'at, 27 April 2012

AddThis Social Bookmark Button