Fri08222014

Last update04:51:02 PM

Lintas Jabar

Politik Tidak Mesti Kejam (Tapi Ternyata Kejam)

SUATU hari, sewaktu berjalan-jalan bersama beberapa muridnya, Konfusius bertemu seorang perempuan yang sedang terisak-isak di pinggir sebuah makam. Dia menyuruh salah seorang muridnya untuk mencari tahu mengapa wanita tersebut menangis. "Teteh, apa gerangan yang membuatmu sedih?" tanya sang murid. Sang perempuan menjawab, "Dulu mertua saya tewas diterkam harimau liar, lalu suami saya juga mati karena diserang harimau. Sekarang, giliran putra saya mengalami nasib yang sama."

Read more...

Perjuangan Yana, Kisah Penyandang Cacat yang Ingin Didoakan Kang Aher

CIAMIS - Pepatah bilang, seorang pecinta akan melakukan segala hal saat jatuh cinta. Lautan diseberangi, gunung didaki, demi menemui sang kekasih. Perumpamaan yang sama mungkin bisa diterapkan pada Yana Turangga (24). Segala keterbatasan yang ada pada dirinya tidak menyurutkan langkah Yana untuk menemui Kang Aher dan istri, Netty Heryawan, di Hotel Tyara Plasa, Jalan Jenderal Sudirman (12/2). Saat memutuskan menemui Kang Aher dan istri, setidaknya ada dua keterbatasan yang Yana miliki. Pertama, keterbatasan jarak. Untuk menemui Kang Aher, Yana harus menempuh jarak sekitar 71 kilometer, melewati jalan yang konturnya seperti sungai kekeringan. Kedua, Yana adalah seorang difabel. Ada keterbatasan fisik pada matanya, sehingga Yana tidak bisa melihat dengan normal.

Read more...

Jembatan Emas Tahun Politik

Bagi warga Jawa Barat (Jabar),tahun 2013 terasa istimewa karena akan menjadi momentum untuk menentukan perjalanan sejarah Jabar pada masa mendatang. Bisa dikatakan 2013 merupakan tahun politik. Pada tahun ini Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar akan digelar bersamaan dengan pemilihan umum kepala daerah di tiga kota/kabupaten pada 24 Februari 2013. Ditambah pemilukada di beberapa kota lain di Jabar. Tidak berlebihan jika kita menyebut tahun 2013 dikatakan sebagai tahun transisi, bahkan jembatan emas untuk kemajuan 44 juta warganya.

Masyarakat Jabar tentu menaruh harapan yang besar terhadap proses demokrasi lima tahunan ini. Bukankah demokrasi itu sejatinya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebut Pilgub Jabar sebagai peristiwa budaya unik. Kontestasi ini diikuti oleh lima pasangan calon yang hakikinya menyatakan kesediaan untuk melayani masyarakat Jabar. "Pilgub jadi ajang budaya karena ada lima pasangan yang menawarkan diri menjadi pelayan masyarakat. Bayangkan, menjadi pelayan. Ini peristiwa budaya yang unik," ujar Heryawan yang juga kembali mencalokan diri itu.

Selain sebagai peristiwa budaya, Heryawan pun mengatakan Pilgub Jabar sebagai momentum untuk memilih calon pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Jabar lima tahun ke depan. "Dengan penuh kesadaran, mereka memilih salah satu yang terbaik," kata Heryawan seraya berharap Pilgub Jabar menjadi momentum untuk perbaikan dan kemajuan masyarakat dan pembangunan di Jabar. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk yang besar, sudah pasti Jabar menghadapi berbagai persoalan. Mulai dari infrastruktur, kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, hingga lapangan pekerjaan.

Siapapun yang akan duduk menjadi pemimpin Jabar harus dapat menuntaskan berbagai persoalan tersebut. Heryawan pun mengakui kemiskinan dan pengangguran menjadi persoalan berat yang dihadapi Jabar. Kendati demikian, dia menilai Jabar banyak kemajuan selama lima tahun belakangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pembangunan makro di Jabar menunjukkan peningkatan. Hal itu ditandai penurunan angka pengangguran, kemiskinan, pengangguran, dan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu, angka harapan hidup, indeks pembangunan manusia, dan indeks kesehatan pun menunjukkan peningkatan Pertumbuhan ekonomi di Jabar pun cukup tinggi dengan kenaikan sekitar 6,2% per tahun.

Begitupun dengan laju pertumbuhan penduduk yang bisa ditekan hingga 1,8% dari sebelumnya yang berada di kisaran 2% lebih. Secara mikro dapat dilihat dari pembangunan ruas-ruas jalan di Jabar kini lebih mantap. Jalan mulus di Jabar kini 97,5% dari sebelumnya yang hanya 86% dan 2013 nanti kita targetkan 100%. Dari sekian problem Jabar, kemiskinan dan pengangguran termasuk persoalan terberat yang dihadapi saat ini dan masa mendatang. "Bagi saya sendiri, pilgub menjadi momentum untuk berkiprah lebih jauh lagi agar bisa membuat kebijakan-kebijakan yang berarti bagi masyarakat," kata Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf Macan Effendi. Adapun pemerataan pembangunan merupakan sesuatu hal yang belum terealisasi di Jabar. Dede pun menjadikan hal tersebut sebagai prioritas, termasuk kesejahteraan masyarakat yang harus diselesaikan melalui program pemberdayaan masyarakat. "Keberagaman masyarakat Jabar harus menjadi nilai tambah," ujarnya.

Selain keseriusan pemerintah, keberhasilan pembangunan tidak kepas dari peran serta masyarakat. Termasuk menentukan siapa calon pemimpinnya dan kemudian mengawasi kinerjanya. "Masyarakat memiliki peluang untuk mewujudkan obsesinya atas apa yang mereka nilai kurang baik," ujar Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara. Pembangunan di Jabar dapat dilihat dari berbagai indikator, salah satunya kualitas dan kuantitas sarana pendidikan dan kesehatan yang jumlahnya terus meningkat. Namun masih banyak hal yang harus dicapai pada masa mendatang, khususnya pada tahun 2013. "Seperti meningkatkan tunjangan bagi guru-guru di desa terpencil. Semua keberhasilan yang diraih Jabar berkat kerja bersama pemerintah dan DPRD," katanya.

Tidak hanya di tingkat provinsi, sejumlah kota/kabupaten juga akan menggelar pemilihan bupati/wali kota pada tahun 2013. Adapun kota/kabupaten itu antara lain, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis. Artinya, kontestasi kursi kepemimpinan juga akan ramai di tingkat daerah yang mungkin gaungnya lebih mengena kepada warga. Harapan masyarakat terhadap wali kota/bupati baru, tidak kalah besar dengan gubernur.

Persoalan kemiskinan merupakan salah satu tantangan bagi kepala daerah baru, termasuk pemimpin Kota Cirebon mendatang. "Angka kemiskinan berdasar data BPS tahun 2011 yakni 11% dari total jumlah penduduk Kota Cirebon sekitar 300.000 jiwa. Sedangkan pengangguran terbuka atau yang tercatat pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) 10,5% dari total jumlah penduduk. Kedua persoalan itu menjadi PR besar bagi wali kota terpilih nanti," ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Cirebon M Arif Kurniawan Harapan sama juga diungkapkan warga di Kabupaten Sumedang. Ketua Museum Prabu Geusan Ulun Yayasan Pangeran Sumedang Rd Achmad Wiriaatmadja mengatakan, bupati terpilih harus menjadikan budaya sebagai prioritas, bukan hanya saat kampanye. (agung bakti sarasa/ erika lia/CR-3)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Rabu, 02 Januari 2013

Kejamnya Politik Menjelang Pilgub Jabar

Bandung - Apakah politik itu kejam? Jawabannya pasti beragam. Tapi, kalau pertanyaan tersebut kita ajukan kepada mereka yang prihatin dengan nasib masyarakat pedesaan, jawabannya, "Ya, tega pisan." Memang, rasanya agak keterlaluan jika pencairan anggaran bantuan desa harus ditunda hanya karena waktunya berdekatan dengan Pilgub Jabar yang akan digelar pada 24 Februari. Tuntutan penundaan didasari kekhawatiran bahwa program bantuan tersebut bisa dimanfaatkan pasangan cagub incumbent – Ahmad Heryawan–Deddy Mizwar – untuk membeli suara masyarakat desa.

Read more...

Hentikan Fenomena Politik Kutu Loncat

INILAH.COM, Bandung - Kutu loncat adalah serangga kecil yang hidup dengan menghisap cairan tanaman. Ada puluhan macam kutu loncat dan, biasanya, semuanya dianggap sebagai hama tanaman.

Read more...

Menjunjung Tinggi Aturan dan Antikatabelece

PADA pertengahan 2008, Ahmad Heryawan akan dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Saat itu bertepatan dengan masa pendaftaran siswa baru yang membuat Netty Prasetiyani Heryawan, istrinya, bertambah sibuk. Selain sibuk mengurusi perpindahannya dari Jakarta menuju Bandung menjelang sang suami duduk di Gedung Sate, ia pun harus mengurus perpindahan sekolah putra-putrinya. Adalah Salman, putra kedua dari enam orang anaknya yang membuat Netty sibuk.

Read more...

Perbudakan Modern Bernama Human Trafficking

Bandung - Perbudakan pernah menjadi musuh utama manusia. Sejarah perbudakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu, seiring berkembangnya populasi dan peradaban manusia. Bukti-bukti sejarah menjadi saksi perjalanan para budak di berbagai negara. Tengok saja, bangunan megah Piramid yang dibangun zaman Mesir Kuno, itu tak terlepas dari jasa para budak. Atau Great Wall di Cina yang dibangun Dinasti Qin Sing Huan Ti, juga dibangun dari keringat dan darah puluhan ribu budak.

Read more...

Cagub Ahmad Heryawan; Langsung Tancap Gas

Calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Hanura ini mengungkapkan, selama lima tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Barat, terdapat berbagai perbaikan di berbagai bidang. Meski begitu, dia mengakui hasilnya belum sempurna. Atas hal tersebut, pria bernama Ahmad Heryawan atau biasa disapa Aher ini kembali mencalonkan diri menjadi gubernur Jabar. Tujuannya tak lain sebagai pengabdian demi menyejahterakan masyarakat Jawa Barat.

Read more...

Yasin Isyaratkan Dukung Heryawan

BOGOR— Bupati Bogor Rachmat Yasin mengisyaratkan akan mendukung Ahmad Heryawan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013. Dukungan tersebut terungkap dalam sambutan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu saat pemasangan tiang pancang pembangunan stadion utama Kabupaten Bogor di Cibinong, kemarin.

Read more...