Home Opini Media Kesehatan
Kesehatan


TUNGGAKAN BIAYA JPKMM PDF Print E-mail
Wednesday, 13 January 2010 16:05
Oleh Tutik Rachmawati

Kompas, 15 Desember 2009, memuat berita tentang enam kota dan kabupaten di Jawa Barat yang masih menunggak biaya kesehatan. Tiga alasan disebutkan sebagai penyebab tunggakan tersebut, yaitu belum sinergisnya perhitungan jumlah tunggakan antara Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, dan pemerintah daerah, minimnya anggaran kesehatan daerah, dan sistem rujukan yang tidak berjalan dengan baik.

Penulis bersama mahasiswa melakukan penelitian tentang evaluasi Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) Keluarga Miskin Daerah (Gakinda). Penelitian tersebut menghasilkan beberapa temuan menarik yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa pemerintah kota dan kabupaten tersebut menunggak biaya jaminan kesehatan masyarakat miskin.

Read more...
 
MEMBANGKITKAN DOKTER PEMBARU PDF Print E-mail
Friday, 04 December 2009 10:18
Oleh: Adnan Buyung Nasution

Saat ini bangsa kita sedang memasuki fase transisi peradaban. Di tingkat mikro (individu), hal ini mengakibatkan adanya perubahan konsep diri dari anak suku ke anak bangsa, atau bahkan menjadi warga dunia. Rahe, seorang ahli psikiatri Amerika Serikat, mengatakan, perubahan konsep diri dapat menimbulkan stres, perasaan teralienasi (terasingkan), atau merasa tercabut dari akar budayanya.

Gejala-gejala seperti itu terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar, yang membuat orang merasa tidak aman (unsecure) dan tidak terlindungi. Reaksi yang muncul adalah menguatnya individualisme atau justru mengarah ke kelainan jiwa, dari depresi sampai bunuh diri. Menguatnya individualisme itu sendiri sering disertai tindak ketidakpatuhan pada aturan-aturan hukum, etika, atau norma yang berlaku. Penghayatan kepada nilai-nilai moral meluntur. Itulah gejala dekadensi.

Kalangan kedokteran tidak kebal terhadap virus dekadensi tersebut meski mereka mengaku memiliki kode etik profesi kedokteran dan menghormatinya. Banyaknya keluhan dan tuduhan tentang malapraktik kedokteran menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pelayanan dokter kepada pasiennya. Para dokter dapat saja mengelak meski itu lebih mencerminkan sikap antikritik dan diikuti dengan upaya-upaya konkret untuk memperbaiki diri. Sikap seperti ini lebih mencerminkan arogansi profesi yang merasa seolah beyond the law.
Read more...
 
MENGANTISIPASI ANCAMAN KELAPARAN PDF Print E-mail
Friday, 04 December 2009 10:13
Oleh: Coki Ahmad Syahwier

ISU ancaman kelaparan tampaknya bukan lagi sesuatu yang biasa. Paling tidak hal itu yang bergaung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketahanan Pangan Dunia di Roma, Italia baru-baru ini. KTT dihadiri 60 kepala pemerintahan dan negara serta 191 menteri dari 182 negara dan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). KTT berhasil membangun komitmen peserta untuk mengangkat masalah ancaman kelaparan dunia menjadi agenda utama KTT. Hasilnya KTT menyepakati untuk meningkatkan investasi di sektor pertanian dan menghapus masalah kelaparan lebih cepat dari permukaan bumi.

Apabila dilihat dari peserta KTT yang cukup banyak, begitu besarkah potensi ancaman kelaparan di dunia sehingga memerlukan program aksi yang lebih serius? Tentu saja dapat dipahami KTT mempunyai dasar perkiraan yang kuat dan fundamental sebab ancaman kelaparan dunia sudah terwacanakan sebelum KTT dimulai. Dirjen Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Jacques Diouf menyatakan, ancaman kelaparan dunia dapat terjadi di seantero dunia sehingga harus terbebas dari kelaparan yang luas.

Di samping itu, krisis pangan seolah berada di pinggir tabir kenyataan. Salah satunya dunia menghadapi masalah yang cukup mengkhawatirkan, yakni masalah pemanasan global (global warming). Masalah ini cepat merebak setelah bencana alam silih berganti terjadi dan produksi pangan dunia mulai menurun. Sulit membayangkan apa jadinya tata kehidupan penduduk dunia yang mengalami gangguan ekosistem kehidupan yang parah akibat pemanasan global yang berlebihan. Dapat dipastikan sektor produksi penyediaaan bahan pangan dan pertanian akan mengalami hambatan dan memperlemah daya tumbuhnya.
Read more...
 
IDUL ADHA, KURBAN DAN GIZI BANGSA PDF Print E-mail
Thursday, 26 November 2009 12:39
Oleh: Ali Khomsan

Idul Adha adalah demonstrasi bentuk pengorbanan tiga pejuang sejati bagi umat manusia, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar.

Ketaatan dan kesalehan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap ujian Allah sulit ditandingi peristiwa lain dalam sejarah peradaban manusia. Ujian ketauhidan dan pengorbanan terbesar dalam sejarah manusia tentu bukan hanya untuk dikagumi manusia.

Kurban membawa dampak bagi peningkatan asupan gizi masyarakat. Jutaan ternak disembelih agar masyarakat bisa merasakan nikmatnya makan daging. Persoalan gizi bangsa terkait kemiskinan. Orang miskin banyak yang kurang gizi. Berdasarkan riset Kesehatan Dasar (2007), prevalensi nasional gizi buruk anak bawah lima tahun adalah 5,4 persen dan gizi kurang 13,0 persen. Ini menunjukkan, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah untuk perbaikan gizi (prevalensi 20 persen) dan target MDGs (prevalensi 18,5 persen) telah terlampaui.
Read more...
 
MEMINIMALKAN KORBAN PASCAGEMPA PDF Print E-mail
Thursday, 15 October 2009 12:05
Oleh: Prof Dr Firman Lubis MPH

Gempa terjadi di Sumatera Barat pada akhir bulan lalu. Dampaknya sangat luar biasa. Banyak terjadi kerusakan, gedung runtuh, bukit dan tanah longsor.Banyak pula nyawa menghilang, apalagi yang korban terluka.

Umumnya para korban tertimpa bangunan dan tertimbun tanah longsoran. Jumlahnya mencapai ribuan orang. Media pun spontan memberitakan kejadian itu dengan sangat memilukan. Tayangan jenazah para korban yang dievakuasi, mereka yang terimpit dan masih terperangkap di bawah reruntuhan,keluarga yang meratap dan bingung karena kehilangan yang dikasihi dan berbagai tayangan lain sangat mengharu birukan dan menyayat hati kita.

Beritanya pun diiringi musik yang melankolis serta kumandang berbagai doa khusyuk yang menyesakkan dada. Seperti biasa di budaya kita,kita pun berkata,“masih untung” tidak diikuti oleh terjadinya tsunami seperti di Aceh,misalnya. Tidak terbayangkan dampak akibatnya kalau saja ini terjadi. Kita pun terhenyak, sedih, menangis dan mengucapkan kebesaran Tuhan melihat penderitaan saudara-saudara kita yang terkena cobaan-Nya ini.Pemerintah pun segeratanggapdanbertindak, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun turun ke lapangan. Tim rescue secepatnya dikerahkan.
Read more...
 
MENUNGGU WUJUD INVESTASI NEGARA PDF Print E-mail
Thursday, 08 October 2009 12:43
Oleh: Hasbullah Thabrany

Setelah ditunggu hampir tujuh tahun lamanya,akhirnya undang-undang kesehatan baru disetujui DPR pada 14 September 2009. Undang-undang ini bukanlah amendemen UU Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 karena memang terlalu banyak hal baru yang tidak sekadar amendemen.

Pemerintah memang belum mengundangkan,karenanya belum ada nomor untuk undang-undang kesehatan yang baru ini.Lamanya proses pembuatan undang-undang kesehatan mencerminkan ada masalah-masalah sulit dan kontroversial yang harus diselesaikan. Walau demikian, banyak pihak mengkhawatirkan penyelesaian undang-undang yang dikebut pada akhir masa jabatan DPR, kejar tayang, mengorbankan mutu undang-undang kesehatan.

Sudah ada beberapa tulisan yang misalnya menuding bahwa undang-undang ini sangat liberal dan pemerintah akan lepas tangan. Sebaliknya ada yang menilai undang-undang ini akan membuat pemerintah mengatur terlalu banyak, misalnya mengatur harga obat. Sebuah undang-undang memang tidak akan pernah memuaskan semua pihak. Terlepas dari kontroversi, ada beberapa perubahan mendasar dalam undangundang kesehatan yang baru.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 10