Home Opini Media Internasional PERANG PALESTINA DAN KEKALAHAN ISRAEL
PERANG PALESTINA DAN KEKALAHAN ISRAEL PDF Print E-mail
Thursday, 22 January 2009 13:36

Oleh: Sultan Sulaiman

 

DUA puluh enam hari invasi Israel ke Gaza menorehkan luka teramat dalam. Bukan hanya bagi Palestina, tapi juga bagi dunia.Segala bentuk kecaman tak dihiraukan.

Bahkan warning PBB tak mendapat gubris apa-apa. Dalam kondisi ini Israel mematenkan posisinya sebagai bangsa yang arogan luar biasa. Menyorot warga sipil Palestina yang banyak dikorbankan akan membuat kita berduka meratapi nasib tragis yang menimpa mereka.

Keluarga yang terbunuh, tempat tinggal yang luluh lantak, serta kerugian psikis yang tidak bisa ditakar. Lalu apakah kondisi ini tidak cukup memberikan fakta untuk menempatkan Israel sebagai bangsa tertuduh yang tak mengindahkan kemanusiaan?

Apalagi jika ditambah rangkaian data yang merujuk pada tindak kejahatan perang. Mulai dari senjata kimia sampai pada tindak genosida yang disengaja. Atau penyerangan pada sarana-sarana publik yang harusnya aman dari incaran peluru. fakta ini seharusnya telah cukup untuk menyeret Israel ke Mahkamah Internasional.

Terkait gencatan senjata sepihak yang didengungkan Israel, setidaknya ada dua asumsi yang merebak. Pertama, Israel telah kalah perang.Kedua,sekadar memberikan apresiasi pada partnernya, Amerika Serikat, yang akan melakukan pelantikan presiden terpilih, Barack Obama.

Menurut hemat penulis, sebenarnya Israel dalam posisi ini telah kalah perang melawan Palestina (Hamas). Hanya karena tabiat dasar arogan, Israel jadi enggan mengakui. Momen pelantikan Obama dijadikan tameng untuk membahasakan kekalahan dengan topeng apresiasi.

Aroma kekalahan perang itu tercium dari gagalnya Israel menguasai Gaza dalam waktu dua puluh dua hari. Jika melihat operasi militer yang dilancarkan, tidak mungkin penguasaan itu memakan waktu yang berlarutlarut. Pengarahan 10.000 pasukan dengan operasi darat, laut,dan udara amat tidak logis untuk target penguasaan Gaza yang hanya dipertahankan oleh 1.000-an pasukan Hamas.

Apalagi jika menakar peralatan perang yang digunakan. Faktanya, kemenangan Israel atas Palestina (Hamas) yang seha-rusnya menjadi kado tahun baru bagi rakyatnya yang dilanda euforia pemilu raya, tak pernah terealisasi. Bahkan Israel harus mengurut dada atas gagalnya ambisi itu. Imbasnya,Israel berhadapan dengan serapah dunia atas kebiadaban-nya.

Gerakan anti-Israel merebak. Dunia mengecam dan semakin antipati. Negara-negara yang geram bersikap, mengusir duta besar Israel dari negaranya. Dalam masa gencatan senjata sepihak yang digagasnya, Israel melalui Ehud Olmert menyerukan agar dunia membenci Hamas.

Sayang dunia telah lebih dulu membaca bahwa segala kesalahan hanya pantas disandangkan di pundak Israel. Korban 1.300 jiwa dengan kerugian material yang selangit semakin membuat dunia geram. Namun, sesungguhnya Israel telah mengalami kekalahan atas Palestina. Citra buruk Israel di mata dunia merupakan kekalahan telah yang harus diterima.(*)


Penulis: Mahasiswa Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar

Sumber: Harian Seputar Indonesia, Kamis 22 Januari 2009