|
KESERIUSAN MENGURUS ENERGI TERBARUKAN |
|
|
|
|
Thursday, 27 August 2009 17:17 |
|
Oleh: Erkata Yandri
Energi sangat penting perannya dalam menjamin kelangsungan perekonomian dunia. Terganggunya pasokan energi ke suatu negara tertentu akan segera berdampak kepada perekonomian dunia secara cepat. Apalagi jika masalah energi tersebut terjadi di negara industri besar, maju, dan berpengaruh. Saat ini, di samping menghadapi efek pemanasan global atau perubahan iklim sebagai akibat dari pemakaian energi fosil atau energi tidak terbarukan, dunia juga serius membahas permasalahan semakin terbatasnya sumber energi tersebut.
Sebagai negara yang terintegrasi ke dalam sistem perekonomian dunia, Indonesia juga tidak bisa lepas diri dari masalah energi tersebut. Perencanaan adalah kata kuncinya di sini. Kesalahan dalam perencanaan ketersediaan energi nasional akan berdampak langsung kepada pembangunan nasional itu sendiri. Tidak ada pengecualian bagi negara yang terbilang masih mempunyai banyak sumber energi sekalipun, seperti Indonesia.
Perlu diingat di sini bahwa sejak 2004, khususnya untuk minyak bumi, sebenarnya Indonesia sudah bisa disebut sebagai negara pengimpor minyak karena kebutuhan minyak buminya sudah melebihi dari yang dihasilkannya sendiri, walaupun untuk gas alam dan batu bara masih mencukupi kebutuhan nasional bahkan masih bisa untuk diekspor. Perlu juga dicatat, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh British Petroleum tahun 2009, diketahui bahwa sampai akhir 2008 cadangan energi fosil Indonesia akan habis dalam jangka waktu 10,2 tahun untuk minyak bumi, 45,7 tahun untuk gas bumi, dan 19 tahun untuk batu bara. Tentunya ini dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru dengan tingkat produksi tetap. Tetapi harus diingat juga, secara volume, konsumsi energi primer Indonesia masih melebihi konsumsi ketiga negara tersebut.
|
|
Read more...
|
|
|
LNG DONGGI SENORO, DISTOP ATAU DITERUSKAN? |
|
|
|
|
Tuesday, 04 August 2009 08:51 |
|
Oleh: Kurtubi
Di tengah kontroversi harga jual LNG Tangguh ke China, ada hal yang perlu digarisbawahi terkait rencana proyek LNG Donggi Senoro, yaitu disepakatinya formula harga jual yang dikaitkan dengan harga minyak mentah yang tidak dibatasi.
Berbeda dengan LNG Tangguh, kesepakatan ini menjamin harga jual LNG Donggi Senoro ke pembeli di Jepang akan terbebas dari potensi kerugian yang disebabkan naiknya harga minyak mentah dunia.
Kesepakatan formula harga dengan tanpa pembatasan harga minyak ini amat penting karena fluktuasi harga minyak akan terus terjadi. Maju mundurnya pemulihan ekonomi AS, naik turunnya nilai dollar AS terhadap mata uang dunia lain, serta dinamika internal OPEC akan terus menggiring harga minyak dunia pada posisi ”labil”, tetapi dengan kecenderungan naik. |
|
Read more...
|
|
GAS TANGGUH DAN DEBAT CAPRES |
|
|
|
|
Friday, 03 July 2009 10:11 |
|
Oleh: Kurtubi
Dalam putaran kedua debat calon presiden bertema ”Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran”, muncul pernyataan dan dialog menarik. Salah satu isu yang mengemuka adalah soal gas Tangguh yang dijual amat murah.
Rendahnya harga jual gas Tangguh, berpangkal dari formula harga jual yang membatasi harga minyak mentah yang menjadi acuan, tidak boleh lebih tinggi dari 38 dollar AS/BBLS. Ini menghasilkan harga jual gas Tangguh flat, maksimal 3,35 dollar AS/MMBTU untuk kontrak penjualan jangka panjang.
Padahal, bukti empiris dan teori menunjukkan harga gas selalu bergerak seirama harga minyak mentah yang amat dinamis. |
|
Read more...
|
|
TANTANGAN CALON PRESIDEN BIDANG KETENAGALISTRIKAN |
|
|
|
|
Thursday, 25 June 2009 11:19 |
|
Oleh: Makmun
Terdapat satu masalah besar yang kurang mendapat perhatian dari para calon presiden, yakni masalah ketenagalistrikan. Padahal kita ketahui bersama bahwa listrik bukan hanya menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Listrik juga menjadi salah satu persyaratan bagi tumbuh dan berkembangnya industri di Tanah Air. Sebagaimana diketahui, terdapat dua permasalahan pokok terkait dengan ketenagalistrikan, yakni, pertama, belum meratanya tingkat penyediaan tenaga listrik antardaerah di Indonesia, dan kedua, masih tingginya subsidi listrik per kWh untuk daerah-daerah tertentu sehingga membebani APBN.
Sementara itu, dalam rangka mempercepat penanganan masalah krisis listrik, pemerintah dewasa ini tengah menyelesaikan proyek 10 ribu MW tahap pertama dengan menggunakan bahan bakar batu bara. Proyek tahap pertama ini akan ditindaklanjuti dengan proyek 10 ribu MW tahap kedua. Dalam proyek tahap kedua ini menurut rencana 47 persen di antaranya akan menggunakan bahan bakar terbarukan, khususnya panas bumi yang lebih ramah lingkungan, sehingga diharapkan ekonomi tetap berjalan, namun lingkungan tidak rusak. Sedangkan 53 persen selebihnya direncanakan masih akan menggunakan bahan bakar batu bara berkalori rendah. Proyek 10 ribu MW tahap kedua ini dibangun untuk mengantisipasi pertumbuhan beban, dan pemerataan konsumsi listrik. Melalui penggunaan energi terbarukan ini diharapkan pula tarif listrik dapat diturunkan, sehingga subsidi untuk listrik akan dikurangi. Diharapkan, pembangkit-pembangkit ini sudah mulai beroperasi secara komersial pada 2011-2014. |
|
Read more...
|
|
DISTRIBUSI ELPIJI YANG TEPAT SASARAN |
|
|
|
|
Wednesday, 17 December 2008 19:21 |
|
Di Jawa Tengah,Jawa Barat,dan Jawa Timur, kita temui fenomena antrean panjang untuk membeli elpiji 3 kg. Bahkan pilihan menginap di tempat pembelian kerap kali harus dilakoni demi mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|