Lintas Jabar
JLL HABISKAN Rp 70 M
- Details
- Category: Kabupaten Bogor
- Published on Tuesday, 25 January 2011 19:52
- Written by bowo
SOLUSI: Salah seorang pekerja sedang meratakan tanah di Jalan Lingkar Leuwiliang, rencananya pada 2011 jalan lingkar tersebut akan dibangun.LEUWILIANG – Pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang (JLL) yang dibangun tahun ini, bakal menghabiskan anggaran Rp70 miliar yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dari anggaran itu, Rp6,8 miliar digunakan untuk pembangunan jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 20 meter yang melintasi Sungai Cianteun. Jalan sepanjang 26 km tersebut menghubungkan Desa Leuwiliang dengan Desa Galuga, yang menjadi solusi kemacetan di Jalan Raya Leuwiliang.
Camat Leuwiliang TB Lutfie Syam mengatakan, pada 2011, Pemerintah Provinsi Jabar lebih memprioritaskan pembangunan jembatan terlebih dulu. Nanti pada 2012, dana tahap kedua dari Provinsi Jabar yang turun bakal digunakan untuk membangun jalan.
“Jadi, masyarakat baru bisa menikmati JLL pada 2013. Walaupun setelah jembatan dibangun masyarakat bisa melintas, tapi jalan belum diaspal alias masih berbatu,” jelasnya.
Kendati anggaran yang turun sudah dipastikan Rp70 miliar,Lutfie belum bisa memastikan kapan proses pembangunan jembatan. Pasalnya, harus melewati proses lelang terlebih dulu. “Diperkirakan pertengahan tahun ini (2011, red) pembangunan jembatan dimulai,” katanya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, selain pembangunan jalan lingkar Leuwiliang yang dibangun tahun ini. Rencananya, jalan lingkar selatan yang melewati Kantor Leuwiliang akan dibangun.
“Untuk jalan lingkar selatan tahun 2010 baru memasuki tahap studi kelayakan, lokasi lahan sedang dianalisa tim sebelum dibangun,” ujar mantan Camat Cileungsi ini.
Ia menambahkan, keberadaan jalan lingkar selatan merupakan salah satu solusi bagi wilayah Leuwiliang untuk mengurai kemacetan, selain jalan lingkar Leuwiliang.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Leuwiliang Aji Nawi mengaku senang sudah ada kepastian dari pemerintah terkait pembangunan jalan lingkar Leuwiliang.
“Pertanyaan masyarakat akhirnya terjawab, kita tinggal menunggu pelaksanaannya saja,” tandasnya.(bac)
Sumber: Harian Radar Bogor - Selasa, 25 Januari 2011


