Home Opini Media Budaya Pariwisata ISLAM BAGIAN TERPENTING DARI KOMUNITAS INGGRIS
ISLAM BAGIAN TERPENTING DARI KOMUNITAS INGGRIS PDF Print E-mail
Friday, 03 July 2009 10:20
Oleh: Martin Hatfull

Baru-baru ini saya mendapatkan kehormatan, diminta untuk berbicara pada pembukaan I Festival Kebudayaan Muslim Dunia di Universitas Indonesia. Saya merasa gembira sekali mendapatkan kesempatan tersebut. Dan, ini adalah untuk yang kedua kalinya selama satu tahun terakhir saya menyampaikan pidato di Universitas Indonesia.

Beberapa dari Anda mungkin sempat bertanya-tanya, mengapa Duta Besar Inggris untuk Indonesia diminta untuk berbicara di kegiatan festival Muslim dunia. Lagipula, saya bukan seorang Muslim dan Inggris juga bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Saya rasa hal ini ada kaitannya dengan kenyataan bahwa salah satu tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah integrasi Islam di komunitas global yang lebih luas. Inggris tentu saja mempunyai pengalaman dalam mengintegrasikan komunitas Islam dan saya bangga untuk berbicara sedikit mengenai hal ini.
Saya pikir adalah penting bagi orang-orang di luar Inggris untuk memahami posisi kaum Muslim dalam komunitas Inggris. Inggris ingin bekerja erat dengan mitranya di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan global yang kita hadapi bersama, mulai dari perubahan iklim, penyakit menular, proliferasi nuklir dan senjata lainnya, terorisme serta kejahatan internasional lain, dari mana pun asalnya.

Kebanyakan dari para mitra penting kami, seperti Indonesia, adalah negara-negara yang populasi penduduknya mayoritas Muslim. Persepsi mereka, persepsi Anda mengenai Inggris sebagian dipengaruhi oleh bagaimana Anda melihat pendekatan kami kepada Islam, termasuk pendekatan di dalam negeri kami. Jadi, saya tertarik untuk membantu menghilangkan kesalahpahaman tentang peran ataupun posisi Muslim di Inggris.

Sebagai permulaan, saya bisa memberikan sedikit fakta, Muslim secara signifikan adalah komunitas minoritas di Inggris. Dengan jumlah Muslim sekitar 2 juta jiwa mereka mewakili tiga persen dari populasi dan mereka adalah kelompok religi non-Kristen terbesar di Inggris. Jumlah warga Muslim di Inggris semakin berkembang. Dan, Islam di Inggris memiliki sebuah sejarah panjang. Catatan pertama tentang Islam di Inggris adalah kembali di abad ke-17. Dan, pada abad ke-17 juga seorang cendekiawan Inggris pertama kali menerjemahkan Alquran ke bahasa Inggris. Masjid khusus pertama di Inggris dibangun 150 tahun lalu dan untuk yang pertama kalinya sekitar 120 tahun yang lalu.

Integrasi signifikan Muslim di Inggris adalah pada awal tahun 50-an dan sekarang lebih dari setengah warga Muslim Inggris lahir di Inggris Raya. Warga Muslim di Inggris hidup, bekerja, dan bersosialisasi bersama dengan warga lain dengan agama serta latar belakang budaya yang berbeda. Warga Muslim di Inggris memiliki beragam profesi mulai dari guru, pengacara, dokter, polisi, sopir bus, penata rambut, dan lainnya. Satu dari 10 bisnis di London dimiliki oleh etnis Asia berkebangsaan Inggris yang mayoritas beragama Islam.

Ada beberapa ribu milyuner Muslim. Jumlah anggota parlemen Inggris yang beragama Islam lebih banyak dari negara manapun di Eropa. Dan, jumlah mereka yang beragama Islam di Kantor Kementrian Luar Negeri Inggris, termasuk di Kedutaan Besar kami di Jakarta juga bertambah. NGO-NGO Islam juga semakin menunjukkan peran penting mereka contohnya salah satu NGO Islam besar Inggris, yaitu Islamic Relief yang memberikan kontribusi signifikan di Aceh pascabencana Tsunami.

Muslim Inggris memberikan kontribusi penting dan beragam terhadap kehidupan bangsa kami. Oleh sebab itu, sebagian dari pesan saya adalah menjadi Muslim di Inggris bukan berarti istimewa ataupun berbeda. Menjadi Muslim di Inggris berarti menjadi bagian dari komunitas Inggris dan diterima sebagai individu berdasarkan siapa Anda dan pekerjaan yang Anda lakukan, seperti halnya orang lain dari agama dan latar belakang yang berbeda.

Namun, secara wajar, adalah sangat penting bagi warga Muslim di Inggris untuk memelihara identitas keagamaan mereka serta kebebasan beragama. Hak-hak tersebut secara tegas dilindungi di bawah naungan undang-undang Inggris. Kebebasan berpikir, mengeluarkan pendapat, menjalankan ibadah keagamaan adalah hal yang penting bagi konstitusi Inggris. Banyak undang-undang yang melindungi kebebasan-kebebasan tersebut dan komunitas Muslim di Inggris, menikmati hak-hak yang sama seperti kita semua. Itu semua berkat jaminan-jaminan kebebasan, sekarang ini ada sekitar 1.600 mesjid di Inggris dan lebih dari 100 sekolah-sekolah Islam, yang juga dilindungi oleh UU Inggris.

Kebanyakan Muslim di Inggris memiliki kebanggaan tersendiri, baik sebagai Muslim maupun sebagai warga negara Inggris. Polling terkini menunjukkan bahwa 90 persen responden yang berasal dari Bangladesh dan Pakistan, mempunyai perasaan memiliki yang kuat terhadap Inggris. Jadi, apakah benar melukiskan sebuah gambar tentang komunitas harmonis yang sempurna, di mana komunitas Muslim Inggris secara mulus terintegrasi ke dalam keragaman budaya Inggris?

Tentu saja tidak. Kita semua hidup di dunia nyata. Dan, dalam dunia nyata tersebut orang-orang hidup tidak selalu sejalan dengan para tetangganya. Beberapa orang tidak setuju dengan apa yang baru atau berbeda dalam komunitas mereka. Kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh satu atau dua orang yang salah mendapatkan pengajaran, dampaknya bisa mengarah pada bagaimana komunitas tersebut dianggap. Dan, dibandingkan kehidupan sebuah negara, 50 tahun setelah imigrasi sifnifikan dimulai bukanlah waktu yang lama.

Pemerintah Inggris menyadari dan mengakui adanya tantangan-tantangan tersebut, dan kami bekerja tanpa henti guna mempromosikan integrasi. Kami telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk menghindari, dan apabila perlu, menghukum siapa pun warganya yang melecehkan agama lain ataupun melecehkan kelompok minoritas beragama lainnya. Undang-Undang Kebencian Rasial dan Keagamaan yang baru saja disahkan adalah sebuah contoh yang baik, dan mewakili beberapa UU terberat di dunia yang melindungi kebebasan beragama.

Pemerintah Inggris juga membantu kelompok-kelompok Muslim bergabung dengan komunitas lokal dan mengambil langkah-langkah spesifik jika diperlukan--contohnya mendukung Asosiasi Nasional Anggota Polisi. Pemerintah saya juga mendukung kegiatan penjangkuan terhadap komunitas Muslim di luar negeri, termasuk di Indonesia.

Saya percaya dan pemerintah saya juga percaya bahwa identitas Inggris dan kebudayaan Inggris diperkaya oleh kontribusi dari berbagai elemen komunitas Inggris. Mereka membawa keragaman dan sebuah kekuatan bagi Inggris, dan meningkatkan kontribusi yang dapat kita lakukan secara internasional. Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, dalam pidato beliau di Oxford Centre for Islamic Studies (pidato diterbitkan di Republika online pada 15 Juni 2009): 'Selama beberapa generasi Inggris telah menjadi sebuah tempat pertemuan. Sebuah negara, di mana seluruh warga Muslim dunia telah datang dan hidup di negara ini. Mereka tidak melupakan akar mereka, mereka menanam akar tersebut di dalam tanah, akar itu memperkaya tanah di mana kita berdiri."

Hal ini mungkin dapat membuat budaya Inggris menjadi sulit diartikan, namun budaya apa pun lainnya yang ada, hal itu didasari oleh nilai-nilai penting dari penghormatan, toleransi, demokrasi, dan peraturan undang-undang. Saya tahu bahwa nilai-nilai ini dianut tidak saja oleh para mahasiswa yang datang ke acara festival tersebut, tetapi juga oleh mayoritas bangsa Indonesia. Nilai tersebutlah yang membuat kemitraan kami, terutama dengan Indonesia, menjadi sesuatu yang memiliki nilai istimewa.

Penulis: Duta Besar Inggris untuk Indonesia

Sumber: Harian Republika, Jum'at 03 Juli 2009