Fri05182012

Last update10:18:22 AM

Lintas Jabar

Pengusaha Malaysia Tertarik Produk Tekstil Majalaya

BLK. FACTORY,(GM)- Sebanyak 50 buyers perniagaan Slangor Malaysia akan berkunjung ke Kab. Bandung, sekaligus untuk membeli produk tekstil, makanan, dan handycraft asal Kab. Bandung. Selama berada di Kab. Bandung, mereka akan mengunjungi Koperasi Pertekstilan Kabupatan Bandung (Koppertex) di Majalaya, dan sentra industri Warung Lobak di Soreang.

 

"Kita akan kedatangan para buyers dari Malaysia. Mereka akan berkunjung ke sini selama dua hari, yakni tanggal 26 dan 27 Februari ini. Hari pertama akan mengunjungi Kantor Kopperintex di Majalaya, dan hari kedua ke Kantor Pemkab Bandung yang diterima langsung oleh Pak Bupati. Setelah itu mereka berkunjung ke sentra industri Warung Lobak, lalu ke Jelekong sebagai sentra lukisan," ungkap Ketua Kopperintex, Dedi Zenal ketika dihubungi "GM", Minggu (12/2)

Menurut Dedi, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sudah tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) antara para buyers Malaysia dan para pengusaha Kab. Bandung.

"Sebenarnya kita sudah lama melakukan kerja sama dengan Malaysia, dan kita juga sangat berterimakasih dengan pola kemitraan ini. Mereka tertarik dengan hasil produksi tekstil kita. Makanya mereka mengajukan untuk bekerja sama dengan sejumlah pengusaha dari sini. Pengusaha kita juga menyepakati kerja sama yang ditawarkan Malaysia," ungkap Dedi.

Ditambahkan Dedi, para buyers Malaysia akan berkunjung ke sentra-sentra industri yang ada di Kab. Bandung. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya jika produk tersebut dibuat langsung oleh para pelaku indutri di Kab. Bandung. "Mereka ingin melihat langsung proses pembutannya, sehingga mereka percaya,jika produk tersebut dihasilkan oleh pengusaha kita," jelasnya.

Daya saing

Sementara Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung, Bambang Budi Rahardjo menyambut baik adanya kerja sama tersebut. Ia berharap dengan kerja sama ini bisa meningkatkan daya saing. "Ini kesempatan kita untuk terus meningkatkan daya saing. Dengan begitu, selain Malaysia diharapkan negara lain juga akan tertarik melakukan kerja sama dengan para pelaku usaha kita," jelas Bambang.

Menurut Bambang, bukan hanya Malaysia yang tertarik produk tekstil Kab. Bandung, tapi juga beberapa wilayah di Indonesia. "Samarinda (Kalimnatan Timur) juga tertarik dengan produk tekstil kita. Pada April tahun kemarin, mereka berkunjung ke sini dan meminta untuk dilakukan kerja sama," paparnya.

Diakui Bambang, tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu komoditas unggulan di Kab. Bandung. Bahkan pada tahun 2011, nilai ekspor TPT Kab. Bandung mengalami kenaikan sekitar 30 persen, yakni Rp 376.490.534 dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 334.597.162.

"Nilai ekspor Kab. Bandung tahun 2011 mencapai Rp 376.490.534. Nilai tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 334.597.162. Kenaikan ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi pelaku usaha TPT untuk terus meningkatkan ekspor," tutupnya.
(B.110)

Sumber: Harian Galamedia - Senin, 13 Februari 2012

AddThis Social Bookmark Button