Home Lintas Kabupaten Kota Kota Tasikmalaya REHAB INTERIOR DPRD Rp 1,4 M
REHAB INTERIOR DPRD Rp 1,4 M PDF Print E-mail
Wednesday, 13 May 2009 14:19
Diprotes Karena Dinilai Penghamburan dan tidak Peka

Tasikmalaya, (PR).-
Projek interior gedung paripurna DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,4 miliar, dinilai merupakan penghamburan biaya dan tidak terlalu penting. Makanya, projek tersebut sebaiknya dibatalkan, untuk dialihkan ke projek untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

"Sebaiknya, dibatalkan untuk realokasikan kepada belanja langsung ke pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dewan lebih baik menata hati dan perilaku dewan daripada interior," kata Dadih Abdulhadi, Koordinator Tasikmalaya Corruption Watch (TCW), Selasa (12/5).

Menurut Dadih, TCW protes dengan kelangsungan projek tersebut karena tidak peka pada urgensi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti untuk biaya kesehatan dan pendidikan yang memadai. "Mestinya, dewan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk biaya obat-obatan, penanganan penyakit menular dan pendidikan. Bukan, untuk interior seperti itu," ujarnya.

Sedangkan mantan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsil Tasikmalaya Roni Romansyah mengatakan, alokasi interior gedung paripurna dewan Rp 1,4 miliar keterlaluan. Alasannya, biaya tersebut terlalu mahal serta tidak rasional karena tidak terlalu mendesak.

"Masih banyak infrastruktur jalan yang rusak. Artinya, lebih banyak kebutuhan rakyat yang sangat penting, malah terabaikan. Ini bukti kurang peka terhadap kepentingan publik serta skala perioritas pembangunan," kata Roni.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Kota Tasikmalaya Hadian ketika dikonfrmasi membenarkan adanya projek penambahan interior gedung dewan Rp 1,4 miliar. Di antaranya, untuk perbaikan langit-langit gedung paripurna maupun lantainya.

"Tapi, pelaksana projeknya ada di dinas teknis, bukan di dewan sehingga silakan tanya ke dinas terkait untuk keterangan lebih lanjut," kata Hadian.

Projek tersebut berdasarkan pemantauan "PR" sekarang belum dilaksanakan karena masih dalam proses rencana pelelangan.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Nurul Awalin ketika diminta tanggapan, rencana penambahan interior gedung dewan tidak mengetahui secara detail karena ditangani langsung dinas lain.

Gedung DPRD Banjar

Keadaan sebaliknya terlihat di Gedung DPRD Banjar yang tidak mempunyai ruang rapat yang representatif. Bahkan tidak mempunyai ruang untuk fraksi dan komisi.

Oleh karena itulah, Ketua DPRD Banjar Drs. H. Unen Astramanggala, mengharapkan sekali segera memiliki gedung yang cukup memadai.

"Sekarang sedang dibangun gedung baru di Jln. Pamarican untuk mengganti gedung ini. Dananya Rp 4,5 miliar," kata Unen ketika ditemui, Selasa (12/5).

Namun, pembangunan gedung dewan baru yang dibangun oleh PT Delima Agung Utama molor pengerjaannya. Dalam kontrak, pembangunan gedung itu harus selesai tanggal 17 Mei 2009 ini. Kenyataannya, gedung itu baru rampung hanya 70%. (A-97/A-112) ***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 13 Mei 2009