Info Terakhir
- PEMPROV JABAR ADAKAN BUKU PELAJARAN GRATIS 2010
- 4 KELEBIHAN KARTU LEBARAN DIBANDING SMS
- GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN KLARIFIKASI KARTU LEBARAN
- DISPARBUD JABAR AKAN MINTA DANA DEKONSENTRASI
- BAHAN BAKAR JANGAN KHAWATIR
- PROGRAM DESA PERADABAN DILUNCURKAN
- GUBERNUR JABAR CANANGKAN 100 DESA MANDIRI
- PEMDA DIMINTA BERI KOMPENSASI
- DISHUB SEDIAKAN 10 POS PENGADUAN
- PEMPROV ANGGARKAN Rp. 3 MILIAR
Pengunjung
We have 80 guests onlineJajak Pendapat
| REHAB INTERIOR DPRD Rp 1,4 M |
|
|
|
| Wednesday, 13 May 2009 14:19 |
|
Diprotes Karena Dinilai Penghamburan dan tidak Peka
Tasikmalaya, (PR).- Projek interior gedung paripurna DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,4 miliar, dinilai merupakan penghamburan biaya dan tidak terlalu penting. Makanya, projek tersebut sebaiknya dibatalkan, untuk dialihkan ke projek untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. "Sebaiknya, dibatalkan untuk realokasikan kepada belanja langsung ke pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dewan lebih baik menata hati dan perilaku dewan daripada interior," kata Dadih Abdulhadi, Koordinator Tasikmalaya Corruption Watch (TCW), Selasa (12/5). Menurut Dadih, TCW protes dengan kelangsungan projek tersebut karena tidak peka pada urgensi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti untuk biaya kesehatan dan pendidikan yang memadai. "Mestinya, dewan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk biaya obat-obatan, penanganan penyakit menular dan pendidikan. Bukan, untuk interior seperti itu," ujarnya. Sedangkan mantan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsil Tasikmalaya Roni Romansyah mengatakan, alokasi interior gedung paripurna dewan Rp 1,4 miliar keterlaluan. Alasannya, biaya tersebut terlalu mahal serta tidak rasional karena tidak terlalu mendesak. "Masih banyak infrastruktur jalan yang rusak. Artinya, lebih banyak kebutuhan rakyat yang sangat penting, malah terabaikan. Ini bukti kurang peka terhadap kepentingan publik serta skala perioritas pembangunan," kata Roni. Sementara itu, Sekretaris Dewan Kota Tasikmalaya Hadian ketika dikonfrmasi membenarkan adanya projek penambahan interior gedung dewan Rp 1,4 miliar. Di antaranya, untuk perbaikan langit-langit gedung paripurna maupun lantainya. "Tapi, pelaksana projeknya ada di dinas teknis, bukan di dewan sehingga silakan tanya ke dinas terkait untuk keterangan lebih lanjut," kata Hadian. Projek tersebut berdasarkan pemantauan "PR" sekarang belum dilaksanakan karena masih dalam proses rencana pelelangan. Sedangkan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Nurul Awalin ketika diminta tanggapan, rencana penambahan interior gedung dewan tidak mengetahui secara detail karena ditangani langsung dinas lain. Gedung DPRD Banjar Keadaan sebaliknya terlihat di Gedung DPRD Banjar yang tidak mempunyai ruang rapat yang representatif. Bahkan tidak mempunyai ruang untuk fraksi dan komisi. Oleh karena itulah, Ketua DPRD Banjar Drs. H. Unen Astramanggala, mengharapkan sekali segera memiliki gedung yang cukup memadai. "Sekarang sedang dibangun gedung baru di Jln. Pamarican untuk mengganti gedung ini. Dananya Rp 4,5 miliar," kata Unen ketika ditemui, Selasa (12/5). Namun, pembangunan gedung dewan baru yang dibangun oleh PT Delima Agung Utama molor pengerjaannya. Dalam kontrak, pembangunan gedung itu harus selesai tanggal 17 Mei 2009 ini. Kenyataannya, gedung itu baru rampung hanya 70%. (A-97/A-112) ***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 13 Mei 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



