Home Lintas Kabupaten Kota Kota Bogor 114.367 ORANG DI BOGOR TAK GUNAKAN HAK PILIH
114.367 ORANG DI BOGOR TAK GUNAKAN HAK PILIH PDF Print E-mail
Tuesday, 14 July 2009 22:34
Bogor, (PR).-
Sebanyak 114.367 orang yang namanya tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor tidak menggunakan hak pilih mereka pada pemilu presiden (pilpres), Rabu (8/7) lalu. Untuk itu, tingkat partisipasi pemilih sesuai dengan DPT, yakni dari 647.551 orang, maka pemilih hanya 82,33 persen.

Hal tersebut terungkap dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pilpres, Senin (13/7), di Sekretariat KPU Kota Bogor, Jalan Siliwangi, Kota Bogor. Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh mengatakan, semua tahapan pilpres di Kota Bogor telah berjalan dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan.

"Ini semua tidak terlepas dari peran serta semua pihak, termasuk peran masyarakat Kota Bogor, di mana yang menggunakan hak pilih mencapai 82,33 persen," katanya.

DPT di Kota Bogor tercatat ada 647.551 orang. Dari jumlah tersebut, yang menggunakan hak pilih 533.184 orang, sedanngkan yang tidak menggunakan hak pilih 114.367 orang. Sementara yang menggunakan hak pilih dengan KTP tercatat dalam daftar pemilih tambahan sebanyak 5.049 orang.

Dari jumlah pemilih tersebut, hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU, calon presiden-wakil presiden nomor 2, SBY-Boediono, ditetapkan sebagai pemenang pilpres dengan perolehan 389.650 suara. Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 1, Megawati-Prabowo Subianto, dengan 78.161 suara, dan posisi ketiga pasangan nomor 3, Jusuf Kalla-Wiranto dengan 42.030 suara.

Total keseluruhan suara sah pada pilpres sebanyak 509.841 suara dan jumlah seluruh suara tidak sah sebanyak 28.392 suara. "Jadi, total keseluruhan suara sah dan tidak sah tercatat sebanyak 538.233 suara," kata Agus.

Suasana pleno rekapitulasi penghitungan suara kemarin berjalan lancar, aman, dan semua saksi dari tiga pasangan capres dan cawapres menerima keputusan yang ditetapkan KPU. Meski demikian, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan aparat kepolisian dari Polserta Bogor tetap berjaga-jaga di sekitar Gedung KPU.

Selain itu, pleno rekapitulasi perhitungan suara plpres juga berlangsung dalam suasana adat Sunda, Pasalnya, semua anggota KPU mengenakan pakaian adat Sunda. Bahkan, di halaman Gedung KPU Kota Bogor disuguhkan pergelaran wayang golek dan tarian jaipongan untuk mengibur para hadirin. Sejumlah pejabat Kota Bogor tampak hadir, antara lain Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan dan Kapolresta Ajun Komisaris Besar Sufyan Syarif.

Lebih jauh, Agus mengatakan, pakaian adat Sunda dikenakan sebagai ungkapan rasa syukur dan simbol untuk mengangkat kearifan lokal budaya Sunda. (A-134)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 14 Juli 2009