Home Lintas Kabupaten Kota Kota Banjar HASIL UJI LABORATORIUM, AIR SUNGAI CISEEL AMAN
HASIL UJI LABORATORIUM, AIR SUNGAI CISEEL AMAN PDF Print E-mail
Tuesday, 08 September 2009 22:32
Banjar, (PR).-
Setelah ditunggu sekian lama, uji laboratorium air Sungai Ciseel di Batulawang akhirnya keluar. Menurut uji laboratorium tersebut, Sungai Ciseel yang diduga tercemar limbah karet dari PTPN VIII Batulawang dianggap tidak bermasalah alias pencemarannya di bawah ambang batas.

Hal itu tertuang dalam laporan hasil pengujian kualitas air yang dikeluarkan Balai Pengujian Mutu konstruksi dan Lingkungan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, tertanggal 21 Agustus 2009 yang ditandatangani Manajer Teknis Air dan Lingkungan Dani Setiawan R., B.E.

Dalam laporan itu, antara lain disebutkan bahwa hasil uji kualitas air atas residu terlarut di Sungai Ciseel itu hanya 169 (sebelum penampungan) dan 162 (setelah penampungan). Sementara berdasarkan baku mutu PP Nomor 82 Tahun 2001, air dinyatakan bermasalah bisa residu terlarutnya di atas 1.000.

Sementara residu tersuspensinya adalah 12,5 (sebelum penampungan) dan 17,5 (setelah penampungan). Air yang betul-betul tercemar residu dimaksud berkisar antara 50 hingga 400.

Administratur PTPN VIII Batulawang Ir. Agus Insan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hasil uji lab itu memberikan bukti bahwa pihaknya tidak mungkin mengabaikan masalah lingkungan. Pihaknya akan selalu berupaya menekan pencemaran lingkungan semaksimal mungkin sehingga hal menyangkut IPAL di PTPN selalu berfungsi.

"Walau demikian, kami tetap memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan masukan kepada PTPN VIII Batulawang. Apresiasi itu sangat bermanfaat bagi kami," katanya.

Sebelumnya, seperti diberitakan, Asep Nurdin, Koordinator Advokasi Eksternal Walhi Priangan Timur dalam keterangannya mengatakan bahwa kolam pengelolaan IPAL milik PTPN VIII Batulawang sudah tidak berfungsi.

Karena kondisi itu, air dari pengelolaan limbah tersebut meluap, dan air limbahnya masuk ke selokan yang bermuara ke Sungai Ciseel.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Banjar dr. H. Herman Sutrisno mengatakan bahwa uji lab tersebut masih kurang sempurna sehingga pihaknya meminta ada uji lab lagi.

"Kami ingin uji lab itu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup atau oleh lembaga yang lebih independen agar hasilnya betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," katanya, Minggu.

Ia mengatakan, pihaknya bukan tidak percaya kepada Balai Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat. Perlunya ada uji lab lagi tersebut, katanya, semata-mata agar masyarakat betul-betul puas, dan tidak menyalahkan pemkot bila di kemudian hari timbul masalah lingkungan. (A-112)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 08 September 2009