Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 124 guests onlineJajak Pendapat
| PESANAN SEPATU CIBADUYUT NAIK |
|
|
|
| Thursday, 04 December 2008 16:01 |
|
BANDUNG(SINDO) – Pesanan sepatu Cibaduyut ke Pasar Tanah Abang Jakarta diperkirakan meningkat 40% menjadi 1,4 juta pasang pada 2008 ini jika dibandingkan periode tahunlalusebanyak 1 juta pasang. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sepatu Cibaduyut Odang Koswara mengatakan, melonjaknya permintaan ini dikarenakan konsumen mulai menyadari kualitas sepatu buatan Cibaduyut lebih baik dibandingkan sepatu impor dari China yang selama ini membanjiri pasaran. ”Sampai November 2008 ini permintaan sepatu Cibaduyut oleh Pasar Tanah Abang meningkat menjadi 35% dari total produksi.Padahal biasanya hanya 25% saja yang terserap ke pasar Tanah Abang,” kata Odang,kemarin. Peningkatan permintaan ini,lanjut dia,diyakini mampu menggairahkan kembali industri sepatu di kawasan Cibaduyut. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir produksi seopatu Cibaduyut seolah mati suri karena tersisih oleh sepatu impor dari China yang memiliki harga lebih murah. Meningkatnya permintaan dalam negeri ini, jelasnya, merupakan imbas dari menurunnya permintaan sepatu dari pihak ketiga yang biasanya melakukan ekspor ke beberapa Negara terutama Amerika Serikat (AS). Pelemahan daya beli konsumen akibat krisis global, diyakini ikut mempengaruhi penurunan permintaan AS tersebut. Saatini,ujardia,kondisiharga bahan baku kulit untuk produk sepatu dan sandal cenderung stabil dan berada di kisaran Rp12.000-Rp14.000/feet. Menurutdia,stabilitashargaini disebabkan melimpahnya stok karena beberapa perusahaan sepatu kulit mengurangi produksinya akibatt menurunnya permintaan luar negeri. Dani Iskandar,pemilik pabrik alas kaki Betty Brussels menuturkan, saat ini pasar dalam negeri masih terbuka luas dan cukup menjanjikan. Dalam sebulan, Dani mampu mendistribusikan sekitar 1.000 pasang alas kaki utnuk memnuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sayangnya, resesi ekonomi dunia membuatnya khawatir tidak mampu melanjutkan bisnis ini. Meskipunhargabahanbaku cenderung stabil, kata dia, beberapaelemenlainnya justru mengalami peningkatan harga yang signifikan.Harga perekat (lem) misalnya.Saat ini harganya melambung hingga 100% dibandingkan 2007. Sedangkan harga bahan baku dengan kualitas terbaik, juga mengalami kenaikan sebesar 30%. (irvan christianto) Sumber: Harian Seputar Indonesia, Kamis 04 Desember 2008 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



