Home Lintas Kabupaten Kota Kota Bandung PESANAN SEPATU CIBADUYUT NAIK
PESANAN SEPATU CIBADUYUT NAIK PDF Print E-mail
Thursday, 04 December 2008 16:01

BANDUNG(SINDO) – Pesanan sepatu Cibaduyut ke Pasar Tanah Abang Jakarta diperkirakan meningkat 40% menjadi 1,4 juta pasang pada 2008 ini jika dibandingkan periode tahunlalusebanyak 1 juta pasang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sepatu Cibaduyut Odang Koswara mengatakan, melonjaknya permintaan ini dikarenakan konsumen mulai menyadari kualitas sepatu buatan Cibaduyut lebih baik dibandingkan sepatu impor dari China yang selama ini membanjiri pasaran.

”Sampai November 2008 ini permintaan sepatu Cibaduyut oleh Pasar Tanah Abang meningkat menjadi 35% dari total produksi.Padahal biasanya hanya 25% saja yang terserap ke pasar Tanah Abang,” kata Odang,kemarin. Peningkatan permintaan ini,lanjut dia,diyakini mampu menggairahkan kembali industri sepatu di kawasan Cibaduyut.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir produksi seopatu Cibaduyut seolah mati suri karena tersisih oleh sepatu impor dari China yang memiliki harga lebih murah. Meningkatnya permintaan dalam negeri ini, jelasnya, merupakan imbas dari menurunnya permintaan sepatu dari pihak ketiga yang biasanya melakukan ekspor ke beberapa Negara terutama Amerika Serikat (AS).

Pelemahan daya beli konsumen akibat krisis global, diyakini ikut mempengaruhi penurunan permintaan AS tersebut. Saatini,ujardia,kondisiharga bahan baku kulit untuk produk sepatu dan sandal cenderung stabil dan berada di kisaran Rp12.000-Rp14.000/feet.

Menurutdia,stabilitashargaini disebabkan melimpahnya stok karena beberapa perusahaan sepatu kulit mengurangi produksinya akibatt menurunnya permintaan luar negeri. Dani Iskandar,pemilik pabrik alas kaki Betty Brussels menuturkan, saat ini pasar dalam negeri masih terbuka luas dan cukup menjanjikan.

Dalam sebulan, Dani mampu mendistribusikan sekitar 1.000 pasang alas kaki utnuk memnuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sayangnya, resesi ekonomi dunia membuatnya khawatir tidak mampu melanjutkan bisnis ini.

Meskipunhargabahanbaku cenderung stabil, kata dia, beberapaelemenlainnya justru mengalami peningkatan harga yang signifikan.Harga perekat (lem) misalnya.Saat ini harganya melambung hingga 100% dibandingkan 2007. Sedangkan harga bahan baku dengan kualitas terbaik, juga mengalami kenaikan sebesar 30%. (irvan christianto)


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Kamis 04 Desember 2008

 

Slide


puncakpass.jpg

Berita Lain