Info Terakhir
- SELAMAT IEDUL FITRI 1431 H
- PEMPROV JABAR ADAKAN BUKU PELAJARAN GRATIS 2010
- 4 KELEBIHAN KARTU LEBARAN DIBANDING SMS
- GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN KLARIFIKASI KARTU LEBARAN
- DISPARBUD JABAR AKAN MINTA DANA DEKONSENTRASI
- BAHAN BAKAR JANGAN KHAWATIR
- PROGRAM DESA PERADABAN DILUNCURKAN
- GUBERNUR JABAR CANANGKAN 100 DESA MANDIRI
- PEMDA DIMINTA BERI KOMPENSASI
- DISHUB SEDIAKAN 10 POS PENGADUAN
Pengunjung
We have 95 guests onlineJajak Pendapat
| TANAMAN BERACUN DIGANTI |
|
|
|
| Saturday, 31 January 2009 06:56 |
|
Bandung, (PR).- Terkait dengan adanya beberapa jenis tanaman beracun yang mudah ditemui di Kota Bandung, Wali Kota Bandung Dada Rosada meminta agar tanaman-tanaman tersebut diganti. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. "Memang belum ada korban yang diakibatkan oleh racun dari tanaman tersebut. Namun, kita tidak perlu menunggu jatuh korban dahulu," ungkap Dada, Jumat (30/1). Ia ditemui seusai acara pemberian stimulan honor kepada 1.200 guru mengaji dan guru madrasah Kota Bandung, di Masjid Raya Al Ukhuwah, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, . Dada menjelaskan, penggantian tanaman beracun tersebut akan disesuaikan dengan lokasi tempat tumbuhnya. Jika tanaman itu tumbuh di median jalan, misalnya, ungkap Dada, akan diganti dengan tanaman yang lebih cocok untuk lahan yang tak terlalu luas dan sistem perakarannya tak merusak aspal jalan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Bandung Yogi Suparjo mengatakan, pihaknya tengah mengkaji tanaman beracun tersebut dari berbagai ahli dan literatur. "Kami sedang mendata dan mengkaji pengaruh positif dan dampak negatif dari tanaman-tanaman tersebut. Sebab, memang di satu sisi mengandung racun, namun di sisi lain ada juga manfaat dari tanaman itu," katanya. Sebagai contoh, menurut dia, tanaman mentega (Nerium oleander) memiliki zat yang bisa mematikan apabila terkonsumsi. Namun, jika dalam takaran yang tepat, tanaman tersebut bisa menjadi obat diare. "Oleh karena itu, kami sedang memperhitungkan dahulu pengaruh positif dan dampak negatifnya. Namun, jika lebih banyak negatif, ya tentu akan ada tindakan," ujar Yogi. Pelajaran Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Al Fikri Muchsin mengungkapkan, tanaman-tanaman tersebut sebaiknya dipindahkan. Bagaimanapun, kata Muchsin, meski tanaman tersebut dimaksudkan untuk menambah nilai estetika kota, aspek keamanan dan kenyamanan warga tetap menjadi hal utama. Menurut Muchsin, dengan adanya penemuan tanaman beracun tersebut, diharapkan Dinas Pertamanan agar lebih jeli dan lebih memperdalam pengetahuan mengenai tanaman. Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa tanaman hias di Kota Bandung mengandung racun, seperti pada jenis tanaman mentega, bintaro, mindi, dan saga. Berdasarkan data pemkot, saat ini sedikitnya terdapat 250 batang pohon mentega yang ditanam di tepi ataupun median jalan di Kota Bandung. (A-188)*** Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 31 Januari 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



