Home Lintas Kabupaten Kota Kota Bandung DEWAN KAGET PERSIB MASIH DIANGGARKAN
DEWAN KAGET PERSIB MASIH DIANGGARKAN PDF Print E-mail
Friday, 12 December 2008 14:29

"Nyelonong" Rp 17,4 Miliar di RAPBD 2009

Tiah SM, Deni Ahmad fajar

Bandung, Tribun- Ketua Panitia Anggaran APBD Kota Bandung Lia Noer Hambali mengaku terkejut dengan masih tercantumnya dana hibah untuk Persib Bandung di Pos Kesejahteraan Rakyat (Kesra), padahal Persib sekarang sudah mau berbentuk perseroan terbatas (PT).

"Persib mau berbentuk PT tapi masih mengajukan dana hibah. Jelas akan kami coret karena tak ada payung hukumnya," ujar Lia, Kamis (11/12).

Dalam RAPBD 2009 yang diajukan Pemerintah Kota Bandung, Pemkot mengajukan dana hibah untuk Persib sebesar Rp 17,5 miliar di RAPBD 2009. Dana hibah untuk Persib itu "nyelonong" di pos Kesra dan Kemasyarakatan Bersatu.

Menurut Lia, pihak eksekutif selalu mencari celah dana APBD untuk Persib dengan berbagai cara, termasuk kemungkinan jika ada celah mengubah peraturan daerah (perda).

"Dewan tidak akan sembarangan dan gampang menyetujui dana hibah untuk Persib. Mestinya Pemkot sudah tidak memikirkan Persib lagi karena sudah berbentuk PT, berarti milik swasta murni," ujar Lia.

Anggota panitia anggaran lainnya, Henry Pantas Panggabean dan Teddy Rusmawan, mempertanyakan payung hukum dana hibah untuk Persib, apalagi sudah berbentuk PT. "Kalau berbentuk PT, tidak bisa mengambil dana APBD sebagai penyertaan modal, apalagi hibah," ujar Henry.

Menurut Henry, tidak ada aturannya penyertaan modal untuk sebuah PT kecuali BUMD, lagi pula penyertaan modal untuk Persib tidak akan menguntungkan karena bukan lembaga penghasil.
Henry mengatakan, total bantuan hibah yang dibacakan Wali Kota sebesar Rp 77 miliar, tapi anehnya ketika akan dibahas Panitia Musyawarah dana hibah bertambah Rp 26 miliar sehingga menjadi Rp 103 miliar.

"Pihak eksekutif belum menjelaskan secara rinci penambahan dana hibah Rp 26 miliar," ujar Henry.
Seperti Lia dan Henry, Teddy Rusmawan juga tidak setuju dana APBD dikucurkan untuk Persib, dan lebih baik dialihkan untuk memenuhi dana pendidikan agar mencapai 20 persen di luar gaji guru.
Total dana bantuan sosial dan hibah di Pos Kesra sebesar Rp 89,9 miliar, di antaranya untuk bantuan sosial Rp 56,9 miliar dan dana hibah Rp 33 miliar.

Dari dana hibah sebesar Rp 33 miliar itu, Rp 17,5 miliar di antaranya untuk Persib, untuk KONI Rp 10 miliar, Porkes Rp 1 miliar, MUI Kota Bandung Rp 2 miliar, Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Bandung Rp 750 juta, FKPP sebesar Rp 1,2 miliar, Forum Silaturahmi Ormas Islam Rp 100 juta, dan beberapa Pondok Pesantren masing-masing Rp 100 juta.

Adapun bantuan sosial sebesar Ro 56,9 miliar di antaranya untuk rumah kumuh Rp 1,5 miliar, penanggulangan demam berdarah Rp 20 juta, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Badnung Rp 275 juta, dan Pokjanal lanjut usia Rp 25 juta.

Ketua Umum Persib yang juga Wali Kota Bandung, Dada Rosada, kemarin secara resmi telah memilih pendiri PT Persib Bandung Bermartabat, yaitu Yoyo S Adiredja, Uce K Suganda, dan Iwan Darmawan Hanafi.

Dengan terbentuknya badan hukum Persib berupa PT, kata Dada, Persib sudah terlepas dari Pemerintah Kota Bandung. "Tapi setelah jadi PT, Persib tidak lagi bisa mendapat dana dari APBD," jelas Dada.

Namun Dada mengatakan Pemkot Bandung tidak mungkin akan benar-benar tidak terlibat dari Persib. Dada berharap Persib akan tetap jadi aset dan kebanggaan masyarakat Bandung. Dada akan berusaha melibatkan modal pemerintah walaupun tidak melalui APBD.
"Kalau dari APBD dan hibah, tentu sudah tidak bisa. Tapi kita akan cari langkah normatif lainnya, misalnya dengan cara penyertaan modal," ucap Dada. (tsm/daf)

 


Sumber: Tribun Jabar, Juma'at 12 Desember 2008

 

Slide


hade3.jpg

Berita Lain