Home Lintas Kabupaten Kota Kota Bandung PROPOSAL BAWAKU MAKMUR DIBUKA
PROPOSAL BAWAKU MAKMUR DIBUKA PDF Print E-mail
Thursday, 29 January 2009 07:35

Diprioritaskan Bagi yang Belum Pernah Menerima

Bandung, (PR).-
Warga Kota Bandung sudah bisa mengajukan proposal Bantuan Wali Kota Khusus (Bawaku) Makmur tahun anggaran 2009. Pengajuan proposal bisa disampaikan melalui kelurahan dan kecamatan masing-masing.

"Saat ini, jadwal pengajuan proposal sudah dibuka," ujar Wali Kota Bandung Dada Rosada, di Pendopo Wali Kota, Jln. Dalem Kaum, Bandung, Rabu (28/1).

Dada menjelaskan, besaran dana yang diberikan kepada setiap proposal disesuaikan dengan persyaratan seperti jenis usaha dan kelayakan. "Secara angka, besarannya mulai Rp 500.000,00 hingga Rp 5 juta. Namun tidak menutup kemungkinan, plafon tertinggi mencapai Rp 15 juta," ujarnya.

Total anggaran Bawaku Makmur yang disiapkan Pemkot tahun ini Rp 7,5 miliar. Menurut Dada, jumlah tersebut tidak ditargetkan berapa jumlah penerimanya karena ada perbedaan besaran yang diberikan. "Kan tidak semua menerima Rp 500.000,00," tuturnya menambahkan.

Asisten II Pemkot Bandung Taufik Rachman mengatakan, pemberian dana Bawaku Makmur diprioritaskan bagi mereka yang mengajukan proposal, namun belum pernah menerimanya. Hal itu untuk pemerataan sekaligus memberikan kesempatan bagi warga yang baru mengajukan proposal.

Menyangkut berapa lama proses pencairan dana sejak pengajuan proposal, kata Taufik, tergantung proses verifikasi di lapangan. "Tahun lalu, jumlah yang mengajukan proposal mencapai 56.000 orang. Kami butuh waktu dua bulan untuk proses verifikasi. Sementara tahun ini dengan dana lebih terbatas, kami akan lihat dulu proses seleksinya," ucapnya.

Verifikasi

Taufik menambahkan, tim verifikasi yang akan turun ke lapangan adalah gabungan dinas-dinas terkait dan bidang ekonomi Pemkot Bandung. Dengan demikian, dana bantuan tersebut sesuai serta memberikan perubahan maksimal.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung Endrizal Nazar mengatakan, masalah ekonomi tidak lepas dari persoalan nilai tambah. "Jangan sampai terjebak pada upaya pemerataan bantuan ekonomi. Jika proposal pengajuan Rp 5 juta, tetapi hanya disetujui Rp 500.000,00, tentunya tidak akan meningkatkan nilai ekonominya," ujar Endrizar.

Menurut Endrizal, Pemkot Bandung harus memilih memberikan dana lebih besar namun jumlah penerima sedikit atau dana kecil namun dengan jumlah penerima lebih banyak. "Pilihan ini harus diambil karena Bawaku Makmur bukan program bantuan sosial," tuturnya pula.

Endrizal menilai, kemampuan tim verifikasi untuk menilai kelayakan usaha adalah hal paling mendasar. "Ini yang paling penting. Jangan terbatas pada persyaratan administrasi saja," ucapnya.

Ditambahkan pula, selama ini pemberian dana hanya terbatas pada pemenuhan syarat administrasi. (A-188)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kaamis 29 Januari 2009

 

Slide


pasopatibridge.jpg

Berita Lain