Home Lintas Kabupaten Kota Kota Bandung BRAGA JADI KAWASAN PEDESTRIAN
BRAGA JADI KAWASAN PEDESTRIAN PDF Print E-mail
Friday, 28 November 2008 20:29

Braga yang merupakan kebanggaan sekaligus menjadi ikon Kota Bandung ini, akan kembali menjadi daya tarik bagi para wisatawan pada tahun 2009 nanti. Prakarsa Pemerintah Kota Bandung selama lima tahun terakhir ini secara bertahap telah mengubah wajah Jalan Braga yang dahulu bernama Jalan Pedati. Jalan yang menghubungkan Jalan Pos dengan "Koffie Pakhuis" (Gedung Kopi) yang sempat mati suri kehilangan pamor, kini mulai hidup lagi dan berubah dengan pelebaran trotoar dan jalannya menggunakan batu candi.

Nama Braga yang mulai dipakai sejak tahun 1810 ini, akan menjadi kawasan wisata sebagai daerah pedestrian (city walk, shopping, pejalan kaki), menjadi daerah bergengsi sebagai tempat untuk menunjukkan lifestyle Kota Bandung. Braga akan menjadi pusat kultural, tidak hanya perdagangan yang meliputi industri kreatif, kriya, barang-barang seni, fashion (distro dan factory outlet), juga pameran dan pertunjukan beragam kesenian, baik di titik-titik sepanjang jalan, juga di gedung Yayasan Pusat Kesenian maupun Asia Africa Cultural Center.

Pada akhir Desember 2008 ini, ada dua acara yang berbarengan, di samping akan dibukanya penyelenggaraan Braga Festival oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan penyelenggara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat bekerja sama dengan Santano Jakarta (event organizer), juga akan diresmikan selesainya pembangunan Jalan Braga oleh Wali Kota Bandung, Dada Rosada dalam waktu bersamaan (29/12).

Sebelumnya, pada hari Minggu (21/12) juga akan diselenggarakan peristiwa "Pengecatan Massal" gedung-gedung sepanjang Jln. Braga dengan menggunakan cat berwarna putih, sebagai salah satu program revitalisasi Braga yang dilakukan Forum Estetika Kota (Festa) Bandung bersama masyarakat yang peduli terhadap Braga. "Merupakan inisiatif masyarakat agar Braga yang menjadi kebanggaan Kota Bandung benar-benar memiliki daya tarik dengan kebersihan serta keindahannya," ujar perupa Abu Djumhur, pelaksana tim kreatif pengecatan gedung Braga.

Dalam Braga Festival 29-31 Desember, Kasubdin Promosi Disbudpar Jabar, Deddy Haryadi mengatakan, dalam festival kali ini akan mengangkat tema "Bihari, Kiwari, Baring Supagi" sebagai pengejawantahan paradigma Braga selam ini, tidak hanya melihat ke belakang dan kekinian, tetapi juga menatap Braga masa depan. "Festival ini akan mempresentasikan kembali spirit terhadap tradisi serta menghormati kearifan lokal, merayakan kekinian yang pernah tumbuh di Jalan Braga." ujarnya.

Untuk itu menurut Deddy, di samping masa lalu (historical experience), juga festival yang menampilkan pameran dan pertunjukan kesenian dan memunculkan nuansa kekinian. (Diro/"PR")***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 28 Nopember 2008

 

Slide


tangkubanperahu.jpg

Berita Lain