Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Tasikmalaya TASIKMALAYA-TARAJU TERANCAM PUTUS
TASIKMALAYA-TARAJU TERANCAM PUTUS PDF Print E-mail
Friday, 16 January 2009 10:35

Setengah Badan Jalan Jembatan Cipanojer Ambrol
 
Tasikmalaya, (PR).-
Jalur jalan utama yang menghubungkan Kota Tasikmalaya dengan Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, terancam putus. Bencana tanah longsor telah mengakibatkan setengah badan jalan Jembatan Cipanojer di Desa/Kec. Puspahiang, Kab. Tasikmalaya atau sekitar 10 km sebelum masuk Taraju, ambrol.

Bagian jembatan yang ambrol adalah bagian penyangga di ujung jembatan sepanjang 15 meter, pilar, dan sebagian lantai jembatan. Semuanya hancur akibat longsor yang terjadi Minggu (11/1) malam lalu. Berdasarkan pengamatan Kamis (15/1), kondisinya semakin parah.

Meski jembatan itu masih bisa dilalui kendaraan roda empat secara bergantian, jalan di ujung jembatan terlihat mulai ambles. Dikhawatirkan, jika hujan terus mengguyur daerah itu, jembatan tersebut akan putus.

Jalur tersebut selama ini dilalui oleh angkutan bus Bandung-Pamijahan, elf jurusan Tasikmalaya-Singajaya (Garut), Tasikmalaya-Taraju, Tasikmalaya-Sodonghilir, Garut-Taraju, dan Tasikmalaya-Mandala. Setiap hari, rata-rata ada 130 angkutan umum yang melintasi jembatan itu. "Kalau jembatan tersebut putus, untuk mencari jalan alternatif sangat susah, terutama jalan yang menghubungkan Taraju ke Tasikmalaya," kata Encang (33), sopir elf jurusan Tasikmalaya-Mandala.

Oleh karena itu, para awak angkutan umum ataupun warga setempat berharap agar jembatan yang rusak itu segera diperbaiki. Setidaknya, mereka meminta dilakukan langkah tanggap darurat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, yaitu putusnya jembatan tersebut.

"Sekarang sudah hampir putus karena setiap hari badan jalan jembatan yang longsor itu semakin besar," ucap Enas, warga setempat.

Menurut Enas, saat longsor terjadi Minggu (11/1) malam lalu, hanya beberapa meter bahu jembatan yang ambrol. Namun, memasuki hari keempat, kerusakan semakin parah. Bahkan, jika hujan lebat turun, jembatan itu akan terputus sama sekali.

Tak mau ambil risiko

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Tasikmalaya Idi Hidayat mengaku kebingungan untuk memperbaiki jembatan yang rusak tersebut. Pasalnya, anggaran perbaikan dari APBD belum ada, dan Idi tidak mau mengambil risiko untuk memanfaatkan dana tanggap darurat.

"Memang benar jembatan Cipanojer itu sekarang sudah hampir putus. Tapi saya masih bingung untuk mengatasi masalah tersebut. Mau ambil dari dana tanggap darurat, takut nanti disalahkan, dikira mencari keuntungan, sementara mau mengambil dana dari APBD tahun 2009, masih belum bisa," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia juga tidak berani menunjuk rekanan untuk melakukan tanggap darurat mengatasi masalah itu, karena rekanan juga tidak mau kalau sumber dananya belum jelas. "Jadi sampai sekarang, kami masih bingung karena belum ada pijakan yang jelas untuk memanfaatkan alokasi anggarannya," kata Idi. (A-97)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 16 Januari 2009

 

Slide


gub-sunda.jpg