Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 122 guests onlineJajak Pendapat
| SECARA NORMATIF MOBDIN BUKAN UNTUK KEPERLUAN PRIBADI |
|
|
|
| Thursday, 17 September 2009 15:58 |
|
Tasikmalaya,(GM)-
Wakil Bupati Tasikmalaya, H.E. Hidayat mengatakan, secara normatif dan etika, mobil dinas (mobdin) sebenarnya tidak boleh dipergunakan untuk keperluan pribadi atau saat ini untuk mudik Lebaran. Namun pada kenyataannya, mobdin banyak digunakan untuk keperluan tersebut dan menurut Wabup hal itu sulit diawasi. "Kami sulit mengawasinya. Sebenarnya menggunakan mobdin untuk mudik atau tidak, bergantung pada pemakainya. Jika memang merasa kurang pantas menggunakan mobdin untuk keperluan pribadi, tentu tidak akan dipergunakannya," kata H.E. Hidayat saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (16/9). Berbeda dengan Wabup, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Agoeng Novansyah mengatakan, penggunakan mobdin boleh-boleh saja. Asalkan jika terjadi kerusakan atau masalah saat menggunakannya, ditanggung si pemakai. "Diperbolehkan kok, asal mereka memiliki SK penggunaan mobdin tersebut. Asalkan segala kerusakan ataupun masalah mobdin tersebut ditanggung si pemakainya, bukan tanggung jawab pemerintah," ujar Agoeng. Saat ini, kata Agoeng, mobdin masih dipergunakan ketua DPRD lama (periode 2004-2009), wakil ketua 1 dan 2 lama, serta enam pimpinan fraksi lama. "Di tempat saya juga ada mobdin tahun 2005, silakan saja kalau anggota dewan mau mempergunakannya untuk keperluan mudik, asal tanggung jawab saja," katanya. Bingkisan H.E. Hidayat yang juga Ketua Satlak Korban Bencana Alam Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, korban gempa tidak mendapatkan tunjangan hari raya, melainkan mendapatkan bingkisan Lebaran yang akan diberikan kepada 10.000 kepala keluarga (KK). "Bingkisan sebanyak 10.000 di antaranya 4.000 dari TVone dan BRI bekerja sama dengan TNI AL, dan sisanya atau 6.000 dari pemerintah daerah," jelasnya. Sementara itu, bingkisan Lebaran yang diberikan TVOne dan BRI diterima Bupati Tasikmalaya, H.T. Farhanul Hakim dari perwakilan TVOne di halaman Setda Kab. Tasikmalaya. Selanjutnya, bingkisan itu akan diberikan kepada korban gempa, di antaranya untuk Kecamatan Cisayong sebanyak 500 paket, Cigalontang 500 paket, Sodonghilir 300 paket, Taraju 400 paket, Bojonggambir 250 paket, Cibalong 300 paket, Bantarkalong 300 paket, Parungponteng 300 paket, Karangnunggal 350 paket, dan Kecamatan Salawu 200 paket, petugas 50 paket, serta kantor desa 50 paket. (evi)**
Sumber: Harian Galamedia, Kamis 17 September 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



