Info Terakhir
- PEMPROV JABAR ADAKAN BUKU PELAJARAN GRATIS 2010
- 4 KELEBIHAN KARTU LEBARAN DIBANDING SMS
- GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN KLARIFIKASI KARTU LEBARAN
- DISPARBUD JABAR AKAN MINTA DANA DEKONSENTRASI
- BAHAN BAKAR JANGAN KHAWATIR
- PROGRAM DESA PERADABAN DILUNCURKAN
- GUBERNUR JABAR CANANGKAN 100 DESA MANDIRI
- PEMDA DIMINTA BERI KOMPENSASI
- DISHUB SEDIAKAN 10 POS PENGADUAN
- PEMPROV ANGGARKAN Rp. 3 MILIAR
Pengunjung
We have 146 guests onlineJajak Pendapat
| CARIKAN SOLUSI KAMPUNG NAGA |
|
|
|
| Thursday, 14 May 2009 12:21 |
|
Tasikmalaya, (PR).-
Permasalahan yang dihadapi warga adat di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya, harus segera dicarikan jalan ke luar secepatnya. Jika berlarut-larut, dikhawatirkan akan merugikan semua pihak, termasuk citra wisata di Indonesia. Demikian rangkuman pendapat dari pengelola perusahaan perjalanan wisata Eko Wahyudi, pemerhati/peneliti Kampung Naga Toto Sugito, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Herdiwan, Rabu (13/5) yang diminta tanggapan secara terpisah. Mereka diminta tanggapan, setelah warga adat Kampung Naga telah memutuskan, mulai Kamis (15/5) tidak akan lagi menerima kunjungan wisatawan, penelitian maupun tamu lainnya. Alasannya, warga kecewa setelah program konversi minyak tanah ke gas digulirkan. Program itu, mengakibatkan warga adat kesulitan memperoleh minyak tanah dan mahal. Padahal, warga dilarang oleh adat menggunakan listrik dan gas. Menurut Eko Wahyudi dari PT Widya Wisata Jakarta, setiap bulan rata-rata dua kali membawa rombongan turis ke Kampung Naga. Sebagian besar berasal dari Eropa, seperti Jerman dan Prancis. Kampung Naga dijadikan tujuan kunjungan karena merupakan daerah unik dan menarik perhatian luar karena adatnya yang asli. Dengan demikian, jika ditutup untuk kunjungan, sangat disayangkan. "Tapi, kami menghargai sikap atau keputusan yang diambil oleh warga adat. Selama ini, hubungan kita dengan warga adat Naga cukup baik," katanya. Sedangkan Toto Sugito, pemerhati Kampung Naga, sejak September 2008, sampai tanggal 6 Mei 2009, ada 12.000 lebih wisatawan yang tercatat datang ke Kampung Naga. Jumlah tersebut belum termasuk yang tidak tercatat, yaitu pengunjung yang di bawah sepuluh orang. Makanya, Toto yang sejak lima tahun terakhir mempelajari adat daerah itu, mendesak kepada pemerintah agar segera membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi warga Kampung Naga. Sementara itu, Herdiwan berharap Kampung Naga tetap dibuka lagi sebagaimana sifat kita yang harus someah hade kasemah/ramah baik ke tamu. (A-97)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 14 Mei 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



