Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Tasikmalaya 408 SD DI KAB. TASIKMALAYA BELUM TERAKREDITASI
408 SD DI KAB. TASIKMALAYA BELUM TERAKREDITASI PDF Print E-mail
Monday, 13 April 2009 18:25

Masih Diberi Kesempatan Selenggarakan UASBN

Tasikmalaya, (PR).-
Sebanyak 408 sekolah dasar (SD) yang ada di Kab. Tasikmalaya sampai sekarang belum terakreditasi. Padahal, sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003, setiap sekolah harus diakreditasi. Sekolah belum terakreditasi, di beberapa daerah, tidak diperkenankan menyelenggarakan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN).

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya Drs. Munawar didampingi Kepala Seksi Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Ahmad Juhana, kepada "PR", Rabu (8/4), mengatakan, dari 1.809 SD yang ada di Kab. Tasikmalaya, memang masih banyak yang belum terakreditasi. "Pada tahun 2008, sebanyak 681 SD yang bisa terakreditasi dan sekarang sisanya masih ada 408 SD yang memang belum terakreditasi," katanya.

Terkait dengan akan diselenggarakannya UASBN, idealnya memang sekolah yang sudah terakreditasi yang menyelenggarakannya. Tetapi, untuk daerah Tasikmalaya, semua SD masih diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan UASBN. Terlepas SD tersebut, sudah maupun belum terakreditasi.

Keterbatasan anggaran

Pertimbangannya, karena sekolah yang belum terakreditas bukan berarti bermutu rendah atau terbelakang. Persoalannya, SD tersebut belum terakreditasi, karena keterbatasan anggaran di dinas untuk melakukan langkah tersebut. Keterbatasan dana yang menyebabkan belum semua sekolah terakreditasi.

"Di Kabupaten Tasikmalaya, penyelenggara UASBN tingkat SD/madrasah syaratnya yaitu memiliki fasilitas ruang yang layak, tersedia guru untuk pengawas dan lainnya. Persyaratan sekolah itu, harus terakreditasi untuk sementara tidak dimasukkan dalam persyaratan," katanya.

Hasil kajian, hanya satu SD yang tidak bisa menyelenggarakan UASBN yaitu SD Darul Hikmah di Cikalong, karena di sekolah itu tidak ada guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). "Di sekolah lain, semuanya bisa menyelenggarakan UASBN," katanya.

Hanya, menurut Munawar, ke depan, Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya akan berusaha untuk melakukan akreditasi terhadap 408 SD yang belum terakreditasi. Dengan demikian, sekolah itu memiliki standar dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ketika ditanya soal biaya untuk pemenuhan akreditasi, katanya, belum mengetahui secara pasti kebutuhannya. "Nanti, akan dilihat dulu dengan bagian teknis menangani masalah tersebut," ujarnya. (A-97)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 13 April 2009
 

Slide


hade4.jpg