Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 139 guests onlineJajak Pendapat
| SEGERA PASTIKAN NASIB UNWIM |
|
|
|
| Wednesday, 07 October 2009 09:12 |
|
Sumedang, (PR).-
Langkah dan konsep pengelolaan Universitas Winaya Mukti (Unwim) oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) harus segera dipastikan sebelum akhir tahun ini. Hal ini terkait ketersediaan dana yang dimiliki Unwim untuk membayar gaji karyawan hanya cukup sampai Desember 2009. "Setelah mendapat bantuan dari pemprov menjelang Idulfitri kemarin, masalah gaji karyawan sampai Desember masih aman. Namun, masuk Januari 2010, kami akan kembali ke masalah yang sama seperti sebelumnya," ujar Rektor Unwim Endang Sufiadi di Kampus Unwim Jatinangor, Selasa (6/10). Untuk itu, lanjut Endang, pihaknya akan terus mendesak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk segera memutuskan nasib Unwim ke depan. "Kami tidak mempermasalahkan apakah Unwim akan dikelola oleh ITB atau pihak mana pun. Yang penting segera ada keputusan yang jelas," kata Endang. Menyusul desakan terhadap hal yang sama beberapa waktu lalu, Unwim saat ini tengah membuat surat permohonan serupa yang akan dilayangkan kembali pada Pemprov dan Gubernur. "Mudah-mudahan ada keputusan dari Gubernur November mendatang," ujar Endang. Harapan serupa diungkapkan oleh Ketua Serikat Pekerja Organik Winaya Mukti, Dede Mahmiludin. "Selama tidak ada kepastian pengelolaan Unwim, nasib pegawai akan terus terkatung-katung," katanya. Kendati demikian, pihak SPO akan terus memperjuangkan nasib pegawai apa pun bentuk dan siapa pun yang mengelola Unwim nantinya. "Bagi kami, yang penting adalah kejelasan nasib pegawai. Semua keputusan yang diambil Gubernur sebagai pembina yayasan, kami manut saja," ujar Dede. Sementara itu, Penanggung Jawab ITB untuk urusan Unwim, Rohim Suratman, yang dihubungi di Bandung mengatakan, pihak ITB sudah menyerahkan proposal untuk pengelolaan Unwim jauh sebelum Idulfitri. "ITB sampai hari ini masih menunggu respons dari Unwim dan Pemprov terhadap proposal tersebut," ujarnya. Bahkan, tambah Rohim, konsep pengelolaan dan naskah memorandum of understanding (MoU), juga sudah disrahkan Senin (5/10). "Rencananya kami akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari pemprov untuk membahas konsep dan naskah MoU tersebut, Kamis (8/10) nanti," tutur Rohim. Menurut Rohim, tidak ada perubahan mendasar dalam konsep yang diajukan ITB dalam pengelolaan Unwim di masa yang akan datang. Konsep yang diajukan masih seperti konsep yang tercantum dalam proposal awal. "Pada dasarnya, kami mempersilakan semua program studi (prodi) yang potensial untuk dikembangkan, untuk berjalan terus sebagaimana saat ini," ujarnya. Hal itu, kata Rohim, juga berlaku untuk prodi-prodi yang tidak ada di ITB seperti prodi pertanian dan kehutanan. (A-178)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 07 Oktober 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



