Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Sumedang AIR PERMUKAAN DI SUMEDANG SEMAKIN MENYUSUT
AIR PERMUKAAN DI SUMEDANG SEMAKIN MENYUSUT PDF Print E-mail
Thursday, 27 August 2009 08:05
Sumedang,(GM)-
Kemarau yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir, menyebabkan semakin menyusutnya air permukaan di sejumlah wilayah di Kab. Sumedang.

Kondisi itu, selain mengakibatkan keringnya sumur dan irigasi yang mengalir ke lahan pertanian milik warga, juga telah menurunkan debit sumber mata air yang dijadikan bahan baku oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Medal.

"Sejak terjadinya penyusutan air permukaan yang dibarengi penurunan debit sumber mata air yang digunakan sebagai bahan baku, akhirnya manajemen kami terpaksa melakukan penggiliran untuk memasok air bersih kepada ribuan pelanggan," kata Kepala Bagian Humas dan Hukum (PDAM), Cece Wahyu Gumelar, S.E. kepada "GM", Rabu (26/8).

Penggiliran itu, salah satu upaya pihak perusahaan agar pelanggan tetap bisa mendapat pasokan air bersih. Penggiliran posakan air bersih itu akan diatur atau diseuaikan dengan kebutuhan minimum konsumen.

Tentunya, lanjut Cece kebijakan PDAM itu, sudah membuat tidak nyaman para pelanggan. Apalagi jika pelanggan tersebut mendapat giliran pada malam hari. Dengan begitu sudah dipastikan mereka terpaksa begadang menunggu bak ataupun penampungan airnya terisi penuh.

Sejak penggiliran pasokan air PDAM itu dilakukan, pihaknya banyak menerima keluhan dari berbagai lapisan masyarakat. Berbagai hujatan terkait ketidakprofesionalan kerap diterimanya.

Bahkan puncaknya, pihak PDAM mendapat tamparan cukup memilukan, saat ada warga yang melaporkan bahwa air PDAM yang mengalir ke rumahnya kotor dan berlumpur.

Sehubungan dengan hal itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakanyamanan akibat terganggunya pasokan air bersih. "Dengan segala keterbatasan yang kesulitan yang tengah dihadapi perusahaan, kami berharap semua pelanggan yang pasokan airnya terganggu, dapat memaklumi dan memahami keadaan ini," ujarnya.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama musim kemarau, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Di antaranya dengan perbaikan pipa jaringan pada beberapa titik distribusi dan penggantian water meter.

Upaya itu dilakukan untuk menekan tingkat kebocoran yang berdampak terhadap terganggunya pasokan air ke pelanggan, terutama pada musim kemarau.

Disebutkannya, wilayah yang cukup rawan mendapat pasokan air bersih, umumnya terjadi pada jaringan distribusi wilayah perkotaan, Tanjungsari dan Jatinangor. "Untuk mengantisipasi situasi terparah, kami sudah menyiapkan mobil tangki air yang siap mobile untuk memasok air bersih," imbuhnya. (B.108)**

 


Sumber: Harian Galamedia, Kamis 27 Agustus 2009