Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 127 guests onlineJajak Pendapat
| KEJARI MULAI USUT JAMKESMAS |
|
|
|
| Friday, 11 December 2009 14:36 |
|
Subang(SI) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Subang mulai mengusut kasus Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).Tim kejaksaan sudah memintai keterangan sejumlah saksi.
Kajari Subang Yusron mengatakan, untuk menyelidiki kasus Jamkesmas, pihaknya sudah mengundang empat saksi untuk dimintai keterangan,tetapi yang baru memenuhi panggilan hanya dua orang.Dalam kasus ini,kejaksaan baru melakukan tahap pengumpulan data untuk menelusuri kebenaran dugaan kasus yang dilaporkan LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) Subang. “Ini masih pengumpulan data untuk menelusuri kebenaran atau kesalahan ada atau tidak,” ujarnya kemarin. Ketua FMP Subang Asep S Toha memaparkan, pelaporan tersebut terkait munculnya kecurigaan di masyarakat terkait pasien Jamkesmas yang disarankan membeli obat di luar RSUD.Padahal,pasien yang memegang kartu Jamkesmas seharusnya memperoleh semua fasilitas kesehatan. Dia menduga,di satu sisi pasien membeli obat di luar rumah sakit, di sisi lain RSUD mengklaim biaya pengobatan itu ke Departemen Kesehatan. “Yang kami khawatirkan, pasien disarankan membeli obat di luar, di satu sisi RSUD mengklaim pembelian obat ke pemerintah pusat,”terang Asep. Kasus tersebut mencuat setelah puluhan aktivis FMP Subang menggelar aksi di RSUD Ciereng, Dinas Kesehatan, dan Kejari Subang beberapa pekan lalu. Bahkan, saat itu Komisi D DPRD Kabupaten Subang memanggil Dinas Kesehatan dan RSUD Ciereng untuk mengonfirmasi soal hakhak pasien Jamkesmas. Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Ciereng Aseng Junaedi membenarkan adanya beberapa pasien Jamkesmas yang disarankan membeli obat di luar RSUD. Ini karena ketersediaan obat di RSUD dalam keadaan kosong. (annas nashrullah) Sumber : Harian Seputar Indonesia, Jum'at, 11 Desember 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



