Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Subang PT SANG HYANG SERI GENJOT PRODUKSI 250%
PT SANG HYANG SERI GENJOT PRODUKSI 250% PDF Print E-mail
Thursday, 26 November 2009 12:50
Subang, (PR).-
Produsen tunggal benih padi nasional, PT Sang Hyang Seri, meningkatkan produksi benih padi hibrida sampai 250 persen untuk musim tanam akhir 2009/awal 2010. Langkah tersebut sebagai upaya meningkatkan pasokan benih padi hibrida dalam negeri, untuk berkompetisi dari dominasi benih padi hibrida impor.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Eddy Budiono, di Subang, Rabu (25/11) mengatakan, sampai kini pasokan produksi benih padi hibrida dalam negeri hanya mencapai 10 persen, dari kebutuhan benih padi hibrida nasional yang setahunnya sekitar 20.000 ton. Padahal, peningkatan pasokan dan penggunaan benih padi hibrida menjadi salah satu upaya percepatan peningkatan produksi beras nasional.

Disebutkan, sampai akhir tahun 2009, produksi benih padi hibrida nasional, di mana PT Sang Hyang Seri selaku produsen tunggal, masih berkisar 2.000-an ton. Namun mulai awal tahun 2010, diharapkan produksi dan pasokannya mencapai 5.000-an ton, termasuk di antaranya rencana ekspor puluhan ton benih ke Filipina dan Bangladesh.

"Kami juga terus menarik minat para petani agar lebih menyukai benih padi hibrida, terutama di Jabar yang minatnya sampai kini jauh lebih rendah dibandingkan di Jatim," katanya.

PT Sang Hyang Seri juga melakukan panen perdana akhir tahun 2009 atas produksi benih padi hibrida SL8-SHS, pada lahan kemitraan di wilayah Regional-I Subang, Kec. Sukamandi, Subang, Selasa (24/11), yang disaksikan sejumlah anggota Komisi IV DPR-RI. Produksi benih padi hibrida PT Sang Hyang Seri dilakukan secara kemitraan dengan petani, dengan pola bagi hasil pada lahan seluas 900 hektare, di mana per KTP petani mengerjakan lahan masing-masing dua hektare.

General Manajer Wilayah-I PT Sang Hyang Seri, Taris Medihartono, mengatakan, untuk mendampingi dan meningkatkan kemampuan para petani dalam menggunakan benih padi hibrida, dilakukan penambahan jumlah personel tenaga ahli. Cara tersebut hanya dilakukan PT Sang Hyang Seri agar para petani juga lebih mudah menguasai teknis dan berkonsultasi, tak seperti halnya para pemasok benih padi impor. (A-81) ***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Kamis, 26 November 2009