Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Purwakarta DPRD HARUS BENTUK PANSUS MAMIN
DPRD HARUS BENTUK PANSUS MAMIN PDF Print E-mail
Wednesday, 18 November 2009 07:22
Purwakarta (SI) – Gerakan Pemuda Purwakarta Menggugat (GP2M) mendatangi pimpinan DPRD setempat,kemarin.Mereka mendesak DPRD membentuk panitia khusus (pansus) atau panitia kerja (panja) kasus dugaan korupsi jamuan makan dan minum (mamin).

Sejumlah aktivis GP2M diterima Ketua DPRD Purwakarta Ucok Ujang Wardi,Wakil Ketua R Deddy Herawan, dan Dadang Burhanudin, serta Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Asep Amidin. Namun, pertemuan kedua belah pihak berlangsung tertutup. Bahkan, sempat terjadi pengusiran terhadap wartawan oleh staf DPRD yang telah mendapat perintah dari pimpinan Dewan.

Selama satu jam,mereka terlibat perdebatan perlu atau tidaknya dibentuk pansus atau panja kasus mamin. Pihak GP2M terdengar ngotot agar DPRD ikut bertanggung jawab atas kebocoran APBD 2006 yang jumlahnya cukup fantastis. Koordinator GP2M Didin Syafrudin mengungkapkan, kesimpulan yang dapat ditafsirkan dari pernyataan Ketua DPRD Purwakarta Ucok Ujang Wardi adalah DPRD segera membentuk pansus atau panja pada akhir bulan ini.

Namun, tentunya harus melalui rapat pimpinan. “Sebelumnya, saya menyesalkan sikap Dewan yang menolak agenda itu dipublikasikan. Dengan adanya pengusiran wartawan, menandakan kebodohan dan kebobrokan DPRD dalam menyikapi kasus mamin. Kedatangan kami tidak sebatas ingin adanya audit investigasi, tapi menginginkan pengawalan lebih lanjut,”papar Didin.

Menurut dia, legislator sangat bisa menggunakan hak interpelasi atau angket terhadap kasus itu melalui pembentukan pansus atau panja. Sebenarnya DPRD pun harus ikut bertanggung jawab karena ini terjadi akibat lemahnya pengawasan. Nantinya,pansus atau panja menelusuri ke mana saja dana mamin Rp12 miliar itu mengalir.

Karena diyakini, uang sebesar itu mustahil hanya digunakan terdakwa Pemegang Kas Setda Pemkab Purwakarta Entin Kartini. Ketua FPAN DPRD Purwakarta Asep Amidin menyatakan aspirasi GP2M sudah ditampung. Pihaknya akan menunggu hasil keputusan rapat pimpinan.“Kami menunggu undangan,”katanya. (asep supiandi)

 


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Rabu 18 November 2009