Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Majalengka LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN PDF Print E-mail
Wednesday, 10 March 2010 08:12
Kondisinya Semakin Parah Akibat Terus Diguyur Hujan
 
Majalengka, (PR).-
Akses jalan provinsi yang melalui Kecamatan Maja dengan Kec. Talaga Kabupaten Majalengka mengalami gangguan akibat lubang besar yang menganga dengan diameter 50 sentimeter lebih dan kedalaman 50 sentimeter, tepatnya di depan Pondok Pesantren Sobarul Yakin. Kondisi tersebut dikeluhkan para pengguna jalan yang melewatinya.

Menurut sejumlah warga setempat yang ditemui Selasa (9/3), lubang yang berada di tengah jalan tersebut telah berlangsung hampir dua pekan lebih. Awalnya lubang tersebut kecil, tetapi akibat hujan deras yang terus mengguyur, lubang semakin membesar hingga berdiameter sekitar 50 sentimeter lebih.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, warga berupaya menutupnya dengan drum dan memasang kertas bertuliskan "hati-hati". Namun, pada saat tengah malam, drum penutup lubang tersebut tidak jelas terlihat karena tidak ada lampu penerang. Dengan begitu, keberadaan lubang tersebut menjadi sangat rawan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

"Lubang itu berasal dari gorong-gorong yang bagian atasnya ambles. Itu kemungkinan akibat terjadi penyumbatan air sehingga aspal bagian atas ambles," ucap Saripudin (32) yang setiap hari melintas di wilayah tersebut.

Menurut dia, jika lubang tersebut terus dibiarkan tidak diperbaiki, tidak menutup kemungkinan akan semakin besar dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Jangankan lubangnya lebih besar, seukuran drum saja sekarang arus lalu lintas hanya satu arah, karena bagian utara tidak bisa dilalui kendaran roda empat karena terlalu sempit. Kami berharap, pemerintah bisa segera memperbaikinya," ujarnya.

Tiang listrik

Sementara itu, gangguan lalu lintas juga terjadi di Jalan Raya Abdul Halim, yakni di sekitar Pasar Lawas dan Bundaran Munjul. Di kedua lokasi tersebut, tiang listrik tegangan tinggi dan tiang kabel telefon berdiri tegak di tengah jalan.

Kondisi tersebut berlangsung sejak dilakukannya pelebaran jalan, sedangkan pemerintah tidak berupaya mengalihkan tiang-tiang. Akibatnya, mengganggu kelancaran lalu lintas dan rentan terjadinya kecelakaan.

Lokasi yang paling rentan terjadinya kecelakaan adalah tiang listrik dan telefon di Bundaran Munjul. Selain ruas jalan sedikit sempit, kedua tiang posisinya di tengah jalan menikung karena persis berada di pinggir bundaran. Akibatnya, pengguna jalan harus ekstra hati-hati terlebih pada saat malam hari.

Sementara itu, Sekda Majalengka H. Herman Sendjaja disertai Sekretaris Dinas Kimpraswil Agus Andri ketika dimintai konfirmasi hal tersebut menyatakan, kalau ruas jalan Abdul Halim pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Dengan demikian, menurut Herman, pengalihan tiang listrik dan tiang telefon itu menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar.

"Kita sudah mengajukan permohonan pengalihan tiang-tiang tersebut, tetapi katanya baru tiang telefon yang sudah mendapat perintah dari gubernur," kata sekda.

Hanya memang, menurut dia, pengalihan tiang jaringan listrik tersebut harus ada kesiapan pula dari masyarakat, terkait dengan kemungkinan terjadinya pemadaman lampu.

"Pengalihan tiang listrik itu kabarnya kan harus mendapat persetujuan terlebih dulu dari PT PLN Pusat, tidak bisa dilakukan sendiri di Majalengka, sehingga mungkin waktunya cukup lama," ucap Agus. (C-29)***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Rabu 10 Maret 2010