Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 137 guests onlineJajak Pendapat
| LUAS KAWASAN HIJAU BELUM IDEAL |
|
|
|
| Thursday, 12 November 2009 13:39 |
|
Majalengka, (PR).-
Kawasan hijau di Kabupaten Majalengka, saat ini baru mencapai dua puluh persen dari luas wilayah yang ada. Luas wilayah Kab. Majalengka mencapai 120.424 hektare, sementara kawasan hijau baru seluas 24.084 hektare. Hal itu dinilai belum mencapai kondisi ideal. "Padahal, idealnya kawasan hijau di wilayah Majalengka harus mencapai 42 persen atau seluas 50.578 hektaran," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kab. Majalengka Abdurahman, saat melakukan gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, di Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Rabu (11/11). Kegiatan tersebut dihadiri pula Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Lingkungan Hidup Hj.Violet Gusti Hatta, yang juga istri Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta. Pada kesempatan itu Violet Gusti Hatta mengakui, hutan yang gundul dan rusaknya konservasi lahan, di antaranya akibat pembalakan liar serta tidak seimbangnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang dilakukan masyarakat. "Sekarang ini rehabilitasi hutan sangat rendah, sementara kerusakan akibat berbagai faktor demikian cepat. Padahal, rehabilitasi harusnya dilakukan sebanding atau lebih banyak," katanya. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kab. Majalengka, Abdurahman menjelaskan, di Kab. Majalengka lahan kristis tersebar ada di beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, Sindangwangi, Sukahaji, Cikijing, Talaga, Argapura, Banjaran, Maja, dan Cingambul. Selain di kawasan hutan lindung juga terjadi di kawasan hutan milik masyarakat. Hal senada dikatakan Pelaksana Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Wilayah Majalengka Ridwan Efendi bahwa pihaknya terus melakukan penanaman di kawasan TNGC, serta berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, agar tidak membuka ladang di kawasan konservasi TNGC. Diakuinya, petani yang melakukan peladangan di lahan TNGC kebanyakan adalah petani yang wilayahnya masuk ke Kec. Argapura, Banjaran, serta Cikijing. "Kami terus memberikan sosialisasi agar lahan itu tidak dipergunakan ladang atau ditanami hortikultura," katanya. (C-31)*** Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Kamis, 12 Nopember 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



