Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Karawang BANJIR BANDANG TERJANG TEGALWARU
BANJIR BANDANG TERJANG TEGALWARU PDF Print E-mail
Wednesday, 17 February 2010 17:49
Karawang(SI) – Bencana longsor dan banjir bandang menerjang Desa Kutalanggeng,Kutamaneuh, dan Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Senin (15/2) malam.

Karena musibah itu, sebanyak 141 kepala keluarga (KK) yang menghuni tiga desa segera diungsikan. Musibah tersebut terjadi hampir bersamaan karena selama tiga hari berturut-turut Kecamatan Tegalwaru diguyur hujan deras. Wilayah yang paling parah mengalami kerusakan akibat banjir bandang terjadi di Kampung Cicangor RT 05/03, Desa Kutamaneuh. Warga mengaku tidak pernah memperkirakan hal itu terjadi. Sebab, paling parah kalau Sungai Cicangor meluap,ketinggian air sekitar setengah meter dan tidak sampai masuk rumah.

”Sekarang ini banjir yang terparah dan air masuk ke rumah hingga merusak semua barang-barang,” tutur Maemunah, 65, warga Kampung Cicangor RT 05/03,Desa Kutamaneuh,kemarin. Sekretaris Desa Kutamaneuh Suhendang mengatakan,saat banjir melanda, warga tidak sempat memindahkan seluruh isi rumah. Banjir ini merendam 41 rumah dan 3 di antaranya rusak berat. Selain itu,sekitar 100 ha sawah siap panen rusak, 15 kandang kambing hanyut, dan peralatan petani yang disimpan di lumbung juga ikut hanyut.

Berdasarkan data kerugian secara akumulatif di tiga desa tersebut, seluas 200 ha sawah siap panen rusak dan kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Sekretaris Desa Cintawargi H Jejen mengungkapkan, rumah warga yang terkena longsoran tebing Gunung Bubut, Dusun Kadumungkus, Kampung Gunung Bubut RT 12/04, sebanyak tujuh rumah rusak dan tiga lainnya hancur. ”Sejak longsor, kami putuskan warga yang rumahnya berdekatan dengan Gunung Bubut diungsikan karena khawatir terjadi longsor susulan,” katanya.

Cipularang Kembali Normal

Pascabanjir lumpur dan batu yang menerjang akses jalan masuk menuju jalur utama Tol Cipularang Km 84 mulai berangsur normal.Puluhan petugas dengan menggunakan alat berat berusaha menyingkirkan bahan material dari badan jalan.

Pada pukul 10.00 WIB, jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan. PT Jasa Marga meminta bantuan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Purwakarta untuk mendatangkan mobil pemadam kebakaran (damkar). Mobil ini untuk membersihkan lumpur yang menumpuk.Kepala Shift Gerbang Tol (GT) Jatiluhur Olih Solihudin mengatakan, sejak pagi akses jalan itu sudah kembali dibuka setelah tadi malam ditutup. Selama proses normalisasi jalan, kendaraan dialihkan ke GT Sadang.

Menurut dia, untuk mengantisipasi banjir susulan,apalagi hujan kemungkinan masih akan turun, sepanjang kemarin sejumlah pekerja mulai memperbesar saluran pembuangan. Selain itu, dipasang detektor bila terjadi banjir susulan dapat diketahui secara akurat. Sementara,pascapenanggulangan bencana alam di Kecamatan Kiarapedes dan Wanayasa,Pemkab Purwakarta hingga saat ini belum bisa menghitung kerugian akibat banjir bandang pada Jumat (12/2) lalu.KabagKesraSetdaPemkabPurwakarta Andrie Chaerul menyebutkan total kerusakan seluas 59,69 ha sawah di Desa Kiarapedes, Parakan Garokgek, Mekarjaya,Pusaka Mulya,Ciacas, sertaWanayasa.

Tebing Ambruk

Hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur Selatan sejak beberapa hari terakhir ini mengakibatkan tebing di pinggir Jalan Leles- Padaasih,tepatnya di perbatasan Desa Pusakasari dan Sulauaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, kemarin,ambruk hingga menimbun badan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Namun, akibat kejadian itu, ruas Jalan Leles-Padaasih tidak bisa dilalui mobil maupun sepeda motor. Sebab, longsoran tanah yang menimbun jalan tersebut cukup tinggi, diperkirakan mencapai 2,5 meter dengan panjang 40 meter.

Camat Leles Pujo Nugroho mengungkapkan,tumpukan tanah itu cukup tinggi sehingga sulit untuk membuka akses jalan dengan menggunakan alat manual. Pihaknya sudah menyampaikan laporan sekaligus meminta dukungan alat berat untuk membuka jalan dan menyingkirkan tanah dari badan jalan.Namun, hingga saat ini alat berat belum datang.

30 Ha Sawah Rusak

Tingginya intensitas hujan yang melanda Kabupaten Sukabumi merusak area persawahan hingga mencapai 30 ha.Dari jumlah tersebut, lebih dari 5 ha di antaranya gagal panen. Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi, puluhan hektare area persawahan itu tersebar di tiga kecamatan yakni Warungkiara, Bantargadung, dan Purabaya. Umumnya area persawahan tersebut rusak akibat jebolnya irigasi atau akibat terendam banjir.

”Yang terlaporkan baru Kecamatan Warungkiara,namun bukan berarti dua kecamatan lainnya tidak ditemukan sawah-sawah yang rusak akibat banjir,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Padi dan Palawija Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi Deti Setiawati. (raden bagja mulyana/ asep supiandi/ricky susan/ toni kamajaya)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Rabu 17 Februari 2010