Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Garut ANGKA HARAPAN HIDUP GARUT RENDAH DI JABAR
ANGKA HARAPAN HIDUP GARUT RENDAH DI JABAR PDF Print E-mail
Saturday, 23 January 2010 06:10
Garut (SI) - Tingkat angka harapan hidup (AHH) Kabupaten Garut masuk kategori daerah dengan kualifikasi rendah di Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data terbaru dari BPS, angka AHH Kabupaten Garut 80,3% kalah rendah dibandingkan persentase AHH Jabar sebesar 69% dengan tingkat kematian bayi 52,4 per 1000 kelahiran berbanding 38 per 100.000 kelahiran di Jabar.

Sedangkan angka kematian ibu mencapai 300 per 100.000 kelahiran berbanding 226 per 100.000 kelahiran milik atau bila di rata-rata angkahidupwargaGaruthanya 54,4 tahun setiap orangnya.“Rendahnya pengetahuan warga terhadap hidup sehat, fasilitas kesehatan dan tenaga medis merupakan faktor penyebabnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jabar dr Alma Luchyati pada saat pencanangan Program Gerakan Sayang Anak yang dihadiri langsung oleh Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes RI dr Budihardja DTMH MPH di Gedung Pendopo Garut,kemarin.

Menurut Alma, dengan ratarata lama sekolah Provinsi Jabar sekitar 7,8 tahun atau setara kelas satu SMP, hingga kini kesadaran mereka untuk menggunakan pelayanan kesehatan yang berasal dari para tenaga medis kesehatan yang telah diterjunkan pemerintah diakuinya masih minim. “Fasilitas kesehatan yang di terjunkan di masyarakat sudah cukup membantu, namun masih minim untuk di gunakan.

Tidak ada gunanya bila pemerintah memberikan sarana bila tidak dipergunakan masyarakat,” ujarnya. Bahkan secara langsung pihaknya meminta kehadiran awak media mampu menjembatani informasi kesehatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan pengetahuan kepada mayarakat.Termasuk untuk menurunkan tingginya angka kematian ibu dan anak.

“Saya yakin ditangan andalah para wartawan, masyarakat terutama ibu-ibu akan merubah masa depan anak yang akan di lahirkan,” tandasnya. Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Hendy Budiman menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya perbaikan pelayanan kesehatan dengan ditingkatkannya pelayanan kesehatan hingga pelosok. “Jangan dulu berbicara rangking Garut,namun bagaimana meningkatkan pelayanan,”tegasnya. (dede ibin muhibbin)

 


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Sabtu 23 Januari 2010