Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Garut PUTUSNYA JEMBATAN KARENA KELEBIHAN BEBAN
PUTUSNYA JEMBATAN KARENA KELEBIHAN BEBAN PDF Print E-mail
Wednesday, 05 August 2009 21:12
Garut, (PR).-
Kelebihan beban muatan ditengarai menjadi penyebab putusnya jembatan gantung di Kp./Desa Cipicung, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut, pada Minggu (2/8) lalu. Beban yang berlebihan dan bergerak secara bersamaan, menimbulkan resonansi yang menyebabkan beban muatan bertambah berlipat-lipat kali sehingga jembatan tak mampu menahan beban tersebut dan akhirnya terputus.

Demikian diungkapkan Kabid. Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Dinas Perumahan, Tata Ruang, dan Cipta Karya (Dispertacip) Kab. Garut, Rinandi, Selasa (4/8).

"Dalam hitungan normal, jembatan bisa menahan beban sepuluh orang. Bahkan, kendaraan roda dua juga bisa dipakai melintas. Namun, pada kondisi kemarin, pergerakan orang dalam waktu bersamaan menimbulkan resonansi yang menyebabkan beban muatan bertambah dan tidak mampu ditahan jembatan. Misalnya beban sebenarnya 2 ton, tetapi karena muncul resonansi, beban meningkat jadi 6 ton," ujarnya.

Rinandi mengaku, konstruksi bangunan tersebut sesuai dengan spesifikasi projek pembangunan.

"Dilihat dari material penyusunnya, semua kuat dan sesuai dengan spek. Namun, adanya resonansi tersebut menimbulkan kejutan pada bagian pemancang besi sehingga copot," tuturnya.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, lanjut Rinandi, pihaknya dianjurkan untuk segera mengganti bagian pemancang besi berupa water moor secara keseluruhan agar konstruksi penahan jembatan kembali solid. Selain itu, tali sling, tambang, dan papan kayu sebagai penyusun jembatan gantung masih bisa dipergunakan.

"Namun, untuk perbaikannya, kami perlu anggaran tambahan. Melalui Dinas Bina Marga, kami ajukan permohonan bantuan ke Gubernur Jawa Barat agar jembatan bisa segera dilalui warga untuk transportasi," ungkapnya.

Selain itu, perbaikan menunggu proses penyidikan oleh Polres Garut selesai. "Kalau penyidikan polisi selesai, kami bisa segera lakukan perbaikan," ucapnya. (A-158)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 05 Agustus 2009
 

Slide


priangan.jpg