Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 418 guests onlineJajak Pendapat
| PUTUSNYA JEMBATAN KARENA KELEBIHAN BEBAN |
|
|
|
| Wednesday, 05 August 2009 21:12 |
|
Garut, (PR).-
Kelebihan beban muatan ditengarai menjadi penyebab putusnya jembatan gantung di Kp./Desa Cipicung, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut, pada Minggu (2/8) lalu. Beban yang berlebihan dan bergerak secara bersamaan, menimbulkan resonansi yang menyebabkan beban muatan bertambah berlipat-lipat kali sehingga jembatan tak mampu menahan beban tersebut dan akhirnya terputus. Demikian diungkapkan Kabid. Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Dinas Perumahan, Tata Ruang, dan Cipta Karya (Dispertacip) Kab. Garut, Rinandi, Selasa (4/8). "Dalam hitungan normal, jembatan bisa menahan beban sepuluh orang. Bahkan, kendaraan roda dua juga bisa dipakai melintas. Namun, pada kondisi kemarin, pergerakan orang dalam waktu bersamaan menimbulkan resonansi yang menyebabkan beban muatan bertambah dan tidak mampu ditahan jembatan. Misalnya beban sebenarnya 2 ton, tetapi karena muncul resonansi, beban meningkat jadi 6 ton," ujarnya. Rinandi mengaku, konstruksi bangunan tersebut sesuai dengan spesifikasi projek pembangunan. "Dilihat dari material penyusunnya, semua kuat dan sesuai dengan spek. Namun, adanya resonansi tersebut menimbulkan kejutan pada bagian pemancang besi sehingga copot," tuturnya. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, lanjut Rinandi, pihaknya dianjurkan untuk segera mengganti bagian pemancang besi berupa water moor secara keseluruhan agar konstruksi penahan jembatan kembali solid. Selain itu, tali sling, tambang, dan papan kayu sebagai penyusun jembatan gantung masih bisa dipergunakan. "Namun, untuk perbaikannya, kami perlu anggaran tambahan. Melalui Dinas Bina Marga, kami ajukan permohonan bantuan ke Gubernur Jawa Barat agar jembatan bisa segera dilalui warga untuk transportasi," ungkapnya. Selain itu, perbaikan menunggu proses penyidikan oleh Polres Garut selesai. "Kalau penyidikan polisi selesai, kami bisa segera lakukan perbaikan," ucapnya. (A-158)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 05 Agustus 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



