Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Garut UANG BLT DIPOTONG SEJUMLAH OKNUM RW
UANG BLT DIPOTONG SEJUMLAH OKNUM RW PDF Print E-mail
Friday, 17 April 2009 13:38
Garut, (PR).-
Penyaluran uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 200.000,00/kepala keluarga (KK) di Kab. Garut diwarnai pemotongan secara sepihak yang dilakukan aparat RW di lingkungan masing-masing. Nilainya beragam tiap lingkungan dengan berbagai dalih.

Salah seorang penerima BLT, Sumiarsih (50), mengaku diminta Ketua RW di lingkungannya menyerahkan dana sebesar Rp 30.000,00. "Ngambil dana BLT mah sendiri ke Kantor Pos, tapi sesampai di rumah harus setor ke Pak RW Rp 30.000,00," katanya, saat ditemui di lokasi penyaluran dana BLT di Kantor Pos Garut Kota Jln. Ahmad Yani, Garut, Kamis (16/4).

Menurut warga RW 17 Kel. Paminggir tersebut, nilai uang yang ditetapkan untuk diserahkan ke ketua RW tidak melalui proses musyawarah dengan warga. "Langsung disuruh ngasih uang sebesar itu kalau sudah nerima. Katanya sih buat anak yatim, ya biar ajalah ridho," ungkapnya.

Sejumlah warga Kel. Muarasanding bahkan mengeluhkan potongan serupa untuk dana BLT yang diterimanya oleh Ketua RW setempat. "Dipotongnya besar sekali, sampai Rp 50.000,00/orang. Tapi kami bisa apa? Katanya, untuk warga lain yang enggak kebagian,"  ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut Lurah Paminggir Maman Faryaman, mekanisme pemotongan dana BLT tidak pernah dianjurkan atau disarankan oleh pihak Pemkab Garut. Maman menilai, pemotongan dana BLT dari warga penerima, terutama untuk menyisihkan dana bagi warga miskin yang tidak terdata. Meski penyaluran dana BLT sudah dijadwal setiap 2-4 desa per hari, tetap saja warga tidak bersabar untuk mengambilnya. Warga pun berdesak-desakan di sejumlah kantor pos, bahkan sejumlah penerima BLT usia lanjut terpaksa diistirahatkan karena terjepit warga lainnya.

Penyaluran dana BLT berlangsung sampai Jumat (17/4). Jumlah rumah tangga sasaran (RTS) di Kab. Garut mencapai 220.483 kepala keluarga (KK) miskin. Akumulasi dana BLT untuk Januari dan Februari 2009 tercatat sekitar Rp 44 miliar.

Kepala BPS Garut, Drs. Anggoro Dwitjahyono, M.Si., didampingi Kasi Statistik Sosial, Dani Hapidin Rojab, Kamis (16/4) menyatakan, terdapat 221.010 rumah tangga sasaran (RTS). Untuk wilayah Priangan Timur, angka RTS di Kab. Garut tersebut menempati urutan tertinggi.

Meski tidak signifikan, jumlah RTS di Garut mengalami penurunan dibandingkan hasil pendataan PSE (pendataan sosial ekonomi) yang dilakukan tahun 2005 lalu yang mencapai 221.148 RTS. Dari 42 kecamatan di Kab. Garut, Kec. Garut Kota merupakan kecamatan dengan jumlah gakin terbanyak, yaitu 11.548 KK, disusul Kec. Cisurupan 10.028 KK, serta Kec. Cilawu dengan 9.533 KK. (A-158)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 17 April 2009
 

Slide


riceterraces.jpg