Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 288 guests onlineJajak Pendapat
| BUPATI ACENG BERANG SAAT SIDAK |
|
|
|
| Tuesday, 14 April 2009 11:21 |
|
Menjelang penilaian untuk Piala Adipura, kondisi sejumlah titik pantau di Kab. Garut masih semrawut. Melihat kondisi di lapangan belum mendapat pembenahan, Bupati Garut Aceng H.M. Fikri berang dan menyatakan kecewa. "Sebulan lalu saya turun ke lapangan, hingga saat ini sebagai evaluasi terakhir masih semrawut. Jelas saya berang karena tidak banyak berubah dengan evaluasi sebelumnya," katanya, saat ditemui di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Garut, Senin (13/4). Sejumlah titik pantau yang harus diperhatikan, lanjut Aceng, di antaranya Jln. Ahmad Yani, Jln. Pasar Baru, Pasar Ciawitali, dan sepanjang Jalan Merdeka Kawasan Kerkop. Namun, dari hasil sidak tersebut, para pedagang kaki lima (PKL) tampak memadati sebagian ruas jalan, letak parkir yang tidak tertata rapi, serta sebaran sampah yang teronggok di sejumlah tempat umum. "Padahal, kami upayakan penataan kawasan tersebut untuk bisa meraih Adipura Kencana karena telah memenangi Piala Adipura untuk ketiga kalinya," ujar Aceng. Karena belum ada peningkatan yang menggembirakan, dia akan memanggil sejumlah dinas terkait serta sejumlah tokoh masyarakat yang berhubungan langsung untuk membahas dan mencari jalan keluar agar Adipura Kencana bisa kembali diraih. Berdasarkan Perda No. 2/1988 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3), sejumlah wilayah di kawasan Garut Kota harus bebas dari PKL. Meski kawasan Jln. Ahmad Yani (Pengkolan) merupakan pusat ekonomi yang akan menyedot PKL kembali berdatangan, namun perlu dicari solusi agar dapat ditata. "Tinggal pendekatan sama pedagang, mau enggak diatur. Juga diperlukan adanya kesadaran masyarakat karena apalah artinya upaya pemerintah kalau tingkat kesadaran masyarakat masih kurang dalam menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Ini demi Garut juga," katanya. Kasatpol PP Kab. Garut H. Burhanudin Afif menyatakan, kini sedikitnya terdapat sebanyak 2.400 PKL di kawasan Kota Garut sebagai kawasan bebas PKL. Jumlah terbanyak terdapat di kawasan Mandalagiri serta Jln. A. yani atau mencapai sebanyak 1.400. "Jumlah tersebut mengalami peningkatan pesat dibandingkan dua tahun lalu," katanya. (A-158)*** Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 14 April 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



