Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Garut JALAN CILAWU AMBLAS 5 METER
JALAN CILAWU AMBLAS 5 METER PDF Print E-mail
Thursday, 19 February 2009 08:35
Kirmir Jalan Baru Dibangun Dua Bulan Lalu

Garut, (PR).-
Jalan yang menghubungkan jalur lintas Tasikmalaya-Garut di Kp. Cileungsing, Desa Kolot, Kec. Cilawu, Kab. Garut mengalami ambles sepanjang 50 m dengan kedalaman 5 m dan memakan setengah badan jalan, Selasa (17/2) malam. Ditengarai, jalan tidak mampu menahan beban tonase kendaraan pengangkut sayuran yang berlebihan sehingga menyebabkan pergerakan tanah, dipicu curah hujan yang tinggi.

Menurut Kepala Desa Kolot, Masyo, longsor yang mengakibatkan badan jalan ambles itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. "Saat kejadian, hujan mengguyur cukup deras selama 3 jam. Selain itu, kondisi tanahnya memang labil," katanya, ketika ditemui di lokasi, Rabu (18/2).

Padahal, bangunan penahan tebing atau kirmir di jalan tersebut baru selesai dibangun 2 bulan lalu, termasuk peningkatan badan jalan. "Kalau longsoran tanah tak tertahan, bisa melibas 15 rumah yang berada di tebing Kp. Cileungsing," ujarnya.

Menurut Masyo, pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab. Garut agar 15 kepala keluarga (KK) dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman. Bahkan, 3 rumah warga yang berada di kawasan itu harus dipindahkan dengan dana swadaya masyarakat karena letaknya persis di samping tebing. "Tolong Pemkab. Garut supaya ada perhatian. Kami sudah melaporkan beberapa kali ke Pemkab Garut, tapi tidak direspons," ungkapnya.

Menurut Camat Cilawu, Lilis Neti, tanah di bagian tebing jalan tersebut sudah terlihat retak-retak. "Saya sudah imbau kepada pengemudi angkutan pengangkut sayuran agar tidak melintas ke jalan tersebut karena tonasenya melebihi kapasitas. Tapi, mereka menolak karena jalur lintas ini tidak perlu mengeluarkan uang pengamanan apa pun sehingga saya tidak bisa menghalau mereka. Hanya berpesan agar hati-hati saat melintas saja," ungkapnya.

Rambu pengaman

Kepala Dinas Bina Marga Atang Subarzah B.E. M.Si., mengatakan, sebagai antisipasi jangka pendek akan dipasang rambu-rambu pengaman di sekitar jalan yang ambles. "Selain itu, akan diupayakan pembangunan bronjong dalam dua tahap untuk menahan tanah agar tidak semakin ambles. Pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab pengembang, namun akan kami dorong juga agar perbaikannya segera diselesaikan," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Diky Chandra menilai, masyarakat harus aktif mengawasi pembangunan yang ada di kawasan mereka. "Saya menyayangkan longsor yang menyebabkan ambles jalan, padahal jalan ini baru saja diperbaiki dua bulan lalu. Jangan sampai menunggu ada bencana, harus diantisipasi secepatnya," katanya.

Ke depan, Diky berharap pengerjaan pembangunan oleh pihak ketiga harus diawasi secara langsung oleh masyarakat sehingga pengerjaannya tidak asal-asalan. Selain itu, hal tersebut menjaga daya dukung lingkungan agar tidak mengakibatkan kerusakan alam.

Tak jauh dari lokasi jalan ambles, jembatan yang melintas Sungai Awi Malang sebagai penghubung Desa Cibogo Bodas-Desa Mekarmukti ambles di bagian tengah badan jembatan. Akibatnya, jembatan tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. (A-158)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 19 Februari 2009
 

Slide


krde_barayageulis.jpg