Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Garut ANTISIPASI LONGSOR, BATU PAHAT
ANTISIPASI LONGSOR, BATU PAHAT PDF Print E-mail
Tuesday, 17 February 2009 05:35
Diky, "Upaya Bantuan dan Relokasi Masih Diupayakan"

Garut, (PR).-
Material batuan berukuran besar akibat longsor di RW 1 Kp. Gunung Gadung Desa Cigaronggong Kec. Cibalong Kab. Garut akan dihancurkan dengan cara dipahat. Dengan demikian, jika batuan tersebut meluncur ke daerah permukiman, tidak akan menimbulkan korban jiwa karena ukurannya sudah dipecah menjadi beberapa bagian.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Garut Diky Chandra, ketika ditemui seusai apel pagi di lingkungan Setda Kab. Garut Jln. Pembangunan, Senin (16/2). "Cara yang paling tepat untuk menghancurkannya agar tidak berisiko menimpa rumah warga, maka batu tersebut akan dipahat sehingga nantinya menjadi beberapa bagian kecil," ujarnya.

Berita "PR" sebelumnya, hujan deras yang menerpa Kp. Gunung Gadung pada Minggu (8/2) lalu, menyebabkan bukit batuan mengalami pergerakan tanah (longsor) dari ketinggian 60 m.

Tinggi Gunung Gadung sekitar 150-200 m dengan kemiringan lereng 80 derajat. Material gunung berupa batuan lapuk dan tanah yang mudah mengalami pergerakan tanah. Selain tanah, material bebatuan kecil sampai bongkahan batu besar dengan ukuran berkisar 10x7x5 m dan 5x7x5 m mendekat ke arah permukiman

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, jika curah hujan kembali meningkat, dikhawatirkan batu yang sudah menempel di tebing itu bakal tergelincir ke bawah dan menghancurkan permukiman warga.

Diky menuturkan, proses penghancuran batu akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya (Dispertacip) Kab. Garut. Dia juga menjelaskan, hingga kini Pemkab. Garut masih mengupayakan bantuan untuk para korban yang masih tinggal di tempat pengungsian.

Jumlah kepala keluarga yang berada di kawasan tersebut mencapai 200 KK. Namun, yang terkena dampak langsung bencana longsor tersebut mencapai 65 KK dengan jumlah jiwa sekitar 250 orang.

"Mengenai biayanya, kami juga masih terus berupaya. Bila memungkinkan, dapat bantuan dari Pemprov Jabar untuk membantu pendanaan dari APBD Kab. Garut. Kalau masih kurang, kami akan minta bantuan ke pemerintah pusat, termasuk biaya relokasi bila warga memang harus segera dipindahkan," ujar Diky.

Terkait permintaan warga untuk direlokasi ke kawasan Cidatar dengan jarak tempuh 2 km dari lokasi semula, Diky menyatakan, lahan tersebut milik negara yang dikelola PTPN VIII Bunisarilendra. "Untuk tukar lahan, perlu menempuh pertimbangan dan proses yang tidak sebentar," ucap Diky menandaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertacip Ir. Deni Suherlan mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bagian Pengendalian Pembangunan Setda Garut terkait upaya teknis penghancuran batuan longsor. "Belum dikaji soal proses penghancurannya, tetapi sedang kami koordinasikan," katanya.

Hingga Senin (16/2), warga masih berada di pengungsian di masjid RT 3 ataupun mendiami tenda di ladang Cidatar.

"Sampai sekarang, longsor susulan dengan material batuan kecil masih sering terjadi, apalagi terus-terusan dilanda hujan. Makanya, warga segera minta dicarikan jalan keluar oleh Pemkab. Garut," kata Kepala Desa Cigaronggong, Wiwin Bunyamin. (A-158)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 17 Februari 2009
 

Slide


hade.jpg