Info Terakhir
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
- DANA BENCANA BERMASALAH
- 350 PERAHU TRADISIONAL BERLABUH
- GABAH HASIL PANEN PETANI CIANJUR ANJLOK DRASTIS
- KEPALA DINAS MEMBANTAH PENJUALAN TOKO DI CIPANAS
Pengunjung
We have 202 guests onlineJajak Pendapat
| 236 KM JALAN MEMPRIHATINKAN |
|
|
|
| Thursday, 05 February 2009 07:02 |
|
Garut, (PR).- Sedikitnya 236,30 km jalan di Kab. Garut dalam kondisi rusak berat. Namun, perbaikan jalan pada tahun 2009 hanya mencapai 24% dari total panjang jalan 828,76 km, setara dengan 198,90 km. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Kab. Garut Drs. H. Atang Subarzah B.E., M.Si, Rabu (4/2). "Keterbatasan anggaran menyebabkan perbaikan jalan yang setara dengan 24% dari total panjang jalan. Padahal, banyak ruas jalan kabupaten dalam kondisi mengkhawatirkan yang perlu perbaikan segera," katanya. Selain itu, 318 km jalan dalam kondisi rusak sedang, dan 273 km dalam kondisi baik. Penyebab kerusakan jalan, di antaranya akibat tonase kendaraan barang yang tidak sesuai dengan kelas jalan dan faktor alam seperti gerakan tanah dan tergerus curah hujan. Dengan minimnya anggaran, Bina Marga memprioritaskan perbaikan jalan di sembilan wilayah seperti Bungbulang, Garut Kota, Pameungpeuk, Tarogong, Leles, Cibatu, Bayongbong, dan Limbangan yang kerusakan jalannya paling parah. Selain itu, pengerjaan kebinamargaan juga dilakukan pada perbaikan 13 buah jembatan, pemeliharan rutin jalan sepanjang 230 km, dan pemeliharan jalan kabupaten sepanjang 8,8 km. Tingginya volume curah hujan pada awal 2009 menyulitkan proses pengerjaan perbaikan jalan. Pasalnya, curah hujan yang cukup tinggi dapat mengurangi usia jalan. Atang meminta pihak terkait agar mengawasi kendaraan barang yang melebihi tonase, yang masuk kawasan Kab. Garut . "Kami berupaya melakukan kerja sama dengan Dishub dan kepolisian untuk menindak kendaraan bertonase tinggi yang melintas di jalanan yang tidak memadai," ujarnya. Selain jalan kelas kabupaten yang rusak, lebih dari 3.600 km dari 4.000 km jalan desa juga dalam kondisi rusak parah. Padahal jalan desa tersebut memiliki fungsi ekonomi yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan. Infrastruktur jalan yang rusak parah dapat menghambat distribusi hasil komoditas, sehingga tidak menutup kemungkinan harga jualnya menurun karena kualitas produknya pun sudah turun. (A158)*** Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 05 Februari 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



