Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Cianjur DPRD CIANJUR MENINJAU SEKOLAH AMBRUK
DPRD CIANJUR MENINJAU SEKOLAH AMBRUK PDF Print E-mail
Tuesday, 08 December 2009 09:02
Cianjur, (PR).-
Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, meninjau lokasi bangunan kelas yang atapnya ambruk di SDN Buni Ayu 2 di Kampung Buni Ayu, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, sekaligus melihat pelaksanaan ujian semester hari pertama di sekolah tersebut, Senin (7/12).

Sementara pelaksanaan ujian di SDN Buni Ayu 2 terpaksa harus dilaksanakan secara bergantian, menggunakan empat ruangan yang masih utuh.

"Kami terpaksa mengatur waktu ujian bergantian, karena ruangan kelas terbatas hanya ada empat ruangan," kata Suhud, guru kelas 5, Senin (7/12). Dikatakan, kelas 1 dan 2 waktu ujiannya dilaksanakan pagi hari hingga menjelang siang. Kemudian kelas 3, 4, dan 5 dilaksakan siang. Sedangkan kelas 6 setelah siswa kelas 3, 4, dan 5 selesai.

Sekolah mengambil kebijakan membagi waktu ujian semester bergiliran menggunakan ruang kelas yang ada. Sebab, tidak ada lagi ruang kelas yang bisa dijadikan tempat ujian, karena dua lokal bagian atapnya ambruk.

Namun, pelaksanaan ujian semester hari pertama tidak mengalami kendala. Sementara para siswa juga tidak ada keluhan dengan pembagian waktu tersebut.

"Paling dampaknya pada guru, mereka mengawasi pelaksanaan ujian dari pagi hingga selesai," katanya.

Menurut Suhud, awalnya SDN Buni Ayu 2 memiliki tujuh ruangan kelas. Padahal, idealnya kebutuhan ruang kelas itu dua belas lokal, mengingat jumlah murid totalnya mencapai 417 siswa.

Pjmt Kepala Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Kapuspindik) Kecamatan Haruwangi H.M. Wawan Setiawan mengatakan, pelaksanaan ujian semester di sekolah itu tidak mengalami kendala. Sebab, teknis pelaksanaan ujiannya dilakukan secara bergiliran. "Alhamdulillah, hari pertama ujian semester ini berjalan lancar, walaupun harus dilakukan giliran," katanya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cianjur Deni Santiko saat meninjau pelaksanaan ujian semester hari pertama di sekolah itu mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Disdik supaya segera mengalokasikan dana perbaikan. (A-116)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 08 Desember 2009