Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 289 guests onlineJajak Pendapat
| PEMKAB SIAP DIAUDIT SOAL DANA BENCANA |
|
|
|
| Friday, 02 October 2009 09:27 |
|
Cianjur (SI) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur,M Darojat Ali mengatakan, pemkab siap diaudit penggunaan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk penanggulangan bencana gempa dan longsor waktu lalu.
”Jika dianggap perlu dilakukan audit,Pemkab Cianjur siap diaudit agar jangan sampai muncul dugaan terjadi penyimpangan,” ujar Darojat kepada Seputar Indonesia kemarin. Soal dana bantuan dari berbagai kalangan yang terhimpun melalui BPBD, lanut dia, hingga Rabu (30/9) terkumpul hampir mencapai Rp494.731.000. Bantuan dari Presiden SBY sebesar Rp250 juta, dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebesar Rp50 juta. ”Semua dana bantuan yang terkumpul, baik yang telah disalurkan atau belum, terdata dengan baik. Kami siap diaudit untuk penggunaan anggaran yang telah direalisasikan,” ungkap Darojat. Hal senada dikatakan Wakil Bupati Cianjur Dadang Sufianto.Menurut dia, Pemkab Cianjur siap diaudit terkait dana penanggulangan bencana alam yang telah direalisasikan. ”Memang audit harus dilakukan guna mencegah kemungkinan terjadi penyimpangan dan penggunaannya tepat sasaran,” tegas Dadang saat ditemui seusai menghadiri pelantikan 169 pejabat eselon II, III,IV,dan V di Balai Pelatihan Kesehatan di Ciloto. Sementara itu,Tim Investigasi Badan Independen Peneliti (BIP) Harta Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia menilai, penyaluran dana bantuan bagi korban bencana alam untuk para korban bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur belum maksimal dan belum tepat sasaran. ”Malahan kami mendapat informasi dari masyarakat di Kecamatan Cibinong dan Sindangbarang, jika setiap warga yang mengalami kerusakan rumah hanya mendapat bantuan sebesar Rp10 ribu hingga sebesar Rp20 ribu,” kata Mochamad Yudi salah seorang anggota Tim Investigasi BIP Harta Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia. Selain itu, tambah dia, pihaknya juga mendapat informasi jika keluarga korban meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong yang jumlahnya mencapai 54 orang tersebut, baru mendapat santunan dari pemerintah sebesar Rp48 juta. ”Kalau melihat minimnya jumlah bantuan yang diterima oleh para korban, baik santunan duka cita maupun bantuan kerusakan bangunan, kami merasa perlu mempertanyakan kemana larinya dana bantuan Rp3 miliar bersumber dari APBD dan Rp400 juta bantuan dari masyarakat umum,” tegasYudi. (ricky susan)
Sumber: Harian Seputar Indonesia, Jum'at 02 Oktober 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



