Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Cianjur Dr. DEDIH RUDIANA, "2009, SEMUA DESA PUNYA POSKESDES"
Dr. DEDIH RUDIANA, "2009, SEMUA DESA PUNYA POSKESDES" PDF Print E-mail
Tuesday, 06 January 2009 18:06

Masyarakat tak perlu khawatir. Bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) pada program Desa Siap, Antar, Jaga (Siaga) di Kab. Cianjur akan digulirkan secara bertahap. Ditargetkan Wakil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Cianjur pada 2009 ini semua desa dan kelurahan telah memiliki bangunan Poskesdes agar masyarakat secepatnya mendapatkan Pelayanan Kesehatan (Yankes) yang prima.

"Kami juga tengah menggenjotnya. Insya Allah, 2009 semua desa di kabupaten ini memiliki bangunan Poskesdes untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat," kata Dedih, di ruang kerjanya, Rabu (31/12).

Menurut dia, program Desa Siaga sudah dikembangkan di semua desa dan kelurahan yang ada di Cianjur. Hanya, untuk pengadaan bangunan Poskesdes senilai Rp 115 juta belum tuntas. Di samping bangunan ini juga akan dibantu untuk keperluan mebeler termasuk alat kesehatan yang dibutuhkan. Setiap Poskesdes diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan Yankes masyarakat di setiap desa bersangkutan.

Program Desa Siaga, jelasnya, merupakan program terobosan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Poskesdes yang dibangun merupakan upaya mendekatan Yankes kepada masyarakat. Warga terutama yang berdomisili di pelosok perdesaan tidak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas, apalagi RS untuk mengakses Yankes. Mereka bisa mendapatkan Yankes di desa setempat.

Diakuinya, saat ini orang sibuk dengan seminar, workshop atau diskusi seputar penurunan angka kematian ibu/bayi (AKI/B), gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak. Padahal, bagaimana memecahkan permasalahan dimaksud sudah terbentang jelas di depan mata kita, yakni penyuksesan program Desa Siaga.

"Jadi bagaimana menurunkan AKI/B, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sudah jelas ada pada Poskesdes yang dibangun melalui program Desa Siaga. Sekarang tinggal semua pihak mau memberikan kontribusinya pada penyuksesan program ini," tutur Dedih.

Dijelaskannya, pada program Desa Siaga ini semua elemen masyarakat direkrut. Peraji atau biasa disebut indung beurang, misalnya, dilibatkan juga. Mereka ini diposisikan untuk melayani persalinan. Tentu saja sebelumnya peraji yang terlibat di Poskesdes diikutsertakan pada pelatihan persalinan yang dibenarkan secara medis.

"Khusus menyangkut persalinan antara tenaga medis, seperti bidan desa dan peraji di desa bersangkutan justru saling mengisi atau saling membantu pada Poskesdes itu," kata Dedi menerangkan.

Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor kesehatan Kab. Cianjur masih harus terus ditingkatkan. Terlebih dicanangkan 2010 menjadi Indonesia Sehat. Desa Siaga diyakininya bisa menjadi upaya strategis menunju visi Indonesia Sehat 2010 dan Cianjur Sehat 2011 dengan syarat semua pihak yang berkepentingan mendukung termasuk masyarakat itu sendiri. (PK-4)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat-Pakuan , Selasa 06 Desember 2008

 

Slide


gub-sunda.jpg