Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 124 guests onlineJajak Pendapat
| CIAMIS SELATAN DILANDA WABAH CHIKUNGUNYA |
|
|
|
| Wednesday, 30 December 2009 11:21 |
|
Ciamis, (PR).-
Warga di kawasan Ciamis selatan Kabupaten Ciamis yang diserang chikungunya terus meningkat. Bila sebelumnya yang terserang sebanyak 1.104 warga, sekarang, setidaknya sampai Selasa (29/12), warga di Ciamis selatan yang terserang virus tersebut telah mencapai 2.129 orang. Hal itu sesuai dengan catatan yang disampaikan Osep Hernandi, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit serta Penanggulangan Bencana (P4B) Dinas Kesehatan Ciamis kepada "PR", Selasa kemarin. "Kami saat ini sedang terus melakukan investigasi di lapangan untuk memantau jenis nyamuk penular. Kami juga melakukan fogging (pengasapan)," tuturnya. Menurut catatan Osep, virus yang disebabkan oleh jenis nyamuk tertentu itu sekarang sudah menyerang hampir seluruh kecamatan yang ada di kawasan Ciamis selatan. Selengkapnya kecamatan yang sudah diserang itu adalah Pangandaran (68 kasus), Cijulang (276), Legokjawa (347), Parigi (618), Cimerak (95), Kalipucang (63), Selasari (250), Cigugur (114), Cikembulan (182), Sidamulih (93), dan Langkaplancar (23). Keterangan diperoleh "PR", beberapa kecamatan di Ciamis selatan, seperti Padaherang, hingga saat ini memang belum membuat laporan soal warga yang terserang Chikungunya. Namun, hal itu bukan berarti tidak ada ada kasus. "Kasus warga yang diserang chikungunya di Padaherang sebenarnya ada juga. Namun, warga umumnya tidak berobat ke puskesmas setempat sehingga tidak terdata," kata sumber "PR" di Dinas Kesehatan Ciamis. Menurut Osep, sejak kasus chikungunya mencuat 30 November 2009, Dinas Kesehatan sebenarnya sudah mengambil langkah, seperti pengecekan ke lokasi dan pemeriksaan warga, penyelidikan keberadaan jentik nyamuk, dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan pengasapan di lima kecamatan yang sebelumnya bukan endemik chikungunya itu, serta menyosialisikan upaya menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu, penggunaan kawat kasa, dan menggunakan obat gosok antinyamuk. Sementara itu, sejumlah warga di Ciamis selatan kepada "PR" mengaku aneh dengan nyamuk yang menyebabkan penyakit chikungunya tersebut. Mereka aneh karena meskipun pemerintah melakukan pengasapan, korban ternyata terus berjatuhan. Artinya, nyamuk penyebar wabah itu sekarang sudah semakin bandel. (A-112)*** Sumber Harian Pikiran Rakyat, Rabu, 30 Desember 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



