Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Bogor BIRO HUKUM DPP PKS SESALKAN KAJARI BOGOR
BIRO HUKUM DPP PKS SESALKAN KAJARI BOGOR PDF Print E-mail
Wednesday, 23 December 2009 12:08
Bogor, (PR).-
Biro Hukum DPP Partai Keadilan Sejatera menyatakan, tidak tepat Kajari Bogor menetapkan Nur sebagai buronan pada kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD Kota Bogor 2002, hanya karena tidak menghadiri panggilan kajari yang baru satu kali dilayangkan. Apalagi, alasan tidak menghadiri panggilan adalah karena kondisi kesehatan Nur, yang sudah disampaikan ke kejaksaan dalam bentuk surat keterangan sakit.

Hal tersebut dikatakan Zainudin Paru, S.H. dan Aldefri Malin Bagindo, S.H. yang diminta DPD PKS Kota Bogor untuk menjadi penasihat hukum tersangka Nur pada siaran pers yang diterima "PR", Selasa (22/12).

Sebagaimana diberitakan, Kejari Bogor sejak Kamis (17/12) telah menetapkan tersangka Nur, mantan anggota DPRD periode 1999-2004 dengan status DPO, karena tidak datang ke kejaksaan untuk pelimpahan berkas perkara. Sampai Selasa (22/12), kejaksaan masih mengejar tersangka.

Menurut Zaenuddin, setelah pemanggilan pertama yang tidak dapat dihadiri karena alasan sakit, kejaksaan belum pernah melayangkan panggilan kembali, tetapi tiba-tiba menetapkan status DPO seolah-olah upaya pemanggilan sudah optimal dilakukan.

Bahkan, daripada berupaya secara optimal untuk menghadirkan saudara Nur, kajari malah membuat statemen yang menyatakan PKS sebagai partai untuk bertanggung jawab menghadirkan Nur.

"Oleh karena itu, kami minta kejari hati-hati dengan pernyataan-pernyataan yang tidak menguntungkan semua pihak, termasuk kejari sendiri", kata Zainudin

Sementara anggota DPRD Kota Bogor dari PKS Yusuf Dardiri mengatakan, dirinya pernah diminta secara informal oleh kajari, untuk membantu menghadirkan Nur ke kejari. "Saya jawab insya Allah akan membantu semampu saya. Saya sudah berusaha mengomunikasikan ke berbagai pihak tentang proses hukum saudaraku Nur, termasuk ke DPP dan mereka merespons dengan baik. Harapan saya, proses ini bisa happy ending. Saya masih punya keyakinan, Nur akan siap menghadapi masalah ini. Saya teman sekamar saat kuliah, jadi saya tahu betul tabiat Nur," ujarnya. (A-134)***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Rabu, 23 Desember 2009