Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Bekasi EMPAT JEMBATAN ALAMI KERUSAKAN
EMPAT JEMBATAN ALAMI KERUSAKAN PDF Print E-mail
Wednesday, 04 November 2009 08:45
Bekasi, (PR).-
Empat jembatan yang menghubungkan Desa Pantai Harapan Jaya dengan Desa Pantaimekar Kec. Muaragembong Kab. Bekasi mengalami kerusakan parah. Akibatnya, warga di Desa Pantaimekar terisolasi. Jembatan tersebut berada di Kampung Padat Karya RT 015 RW 010 Desa Pantai Harapan Jaya Kab. Bekasi.

"Sudah lima tahun terakhir kondisi kami seperti terisolasi. Empat jembatan yang menghubungkan desa kami menuju Jakarta, Kecamatan Muaragembong dan Kab. Bekasi, sudah tidak layak untuk dilintasi kendaraan bermotor," ucap salah seorang warga, Waskana (45).

Ia menjelaskan, jalan melalui jembatan itu sangat dekat jarak tempuhnya dibandingkan dengan lewat jalan raya sepanjang pinggir kali Citarum.

"Hanya jalan lintas itulah yang sangat dekat untuk menuju Kec. Muaragembong, kalau harus memutar bisa membutuhkan waktu tempuh satu hingga dua jam," ucapnya.

Saat ini kondisi jembatan hanya ditopang dengan kayu hutan dan pembuatan jembatan seadanya. Sekarang jembatan ini kayunya sudah banyak yang rapuh dan berlubang. Dengan demikian, dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan para penggunanya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga lain, Suryana (39). Ia mengatakan sudah sejak lama warga Kampung Padat Karya Desa Harapan Jaya mendambakan adanya jembatan yang permanen. Karena jembatan yang berada di wilayahnya itu sangat mempunyai peran penting.

Menyikapi hal itu, menurut Suryana, warga sempat mengadukan kondisi tersebut kepada aparat pemerintah. Bahkan, karena sering tidak ditanggapi, warga desa sudah mulai bosan.

"Sudah kerap kali kami menyampaikan keluhan jika ada pertemuan di kantor kecamatan, namun hingga kini usulan kami agar jembatan yang rusak diperbaiki tidak ada tindakan apa-apa hingga sekarang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pantai Harapan Jaya, Cecep membenarkan tentang adanya jembatan di wilayahnya sudah rusak parah. Kerusakan jembatan kayu itu diperparah lagi oleh pasangnya air laut. Dengan begitu, setiap hujan deras bisa sampai merendam jembatan.

Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat membangun keempat jembatan tersebut secara permanen.

Camat Muaragembong juga mengakui jika kondisi keempat jembatan tersebut membuat warga akses warga ke Kecamatan Muaragembong menjadi sulit dan terisolasi.

"Kondisi ini pun sudah kami laporkan pada Pemkab Bekasi untuk dibangun jembatan permanen, namun belum ada lagi pembicaraan lanjutan. Nanti saya akan coba melaporkan lagi tentang kondisi ini," ujarnya saat dikonfirmasi via telefon genggam. (A-186)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 04 November 2009