Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 128 guests onlineJajak Pendapat
| RELOKASI SEKOLAH TIDAK TEPAT |
|
|
|
| Wednesday, 10 March 2010 07:40 |
|
Dinas Pendidikan Pilih Opsi Meninggikan Bangunan
Soreang, (PR).- Komisi X DPR RI menilai, relokasi sejumlah sekolah yang selalu tergenang banjir akibat meluapnya air Sungai Citarum di Kab. Bandung, tidak tepat. Meski begitu, Komisi X menyerahkan sepenuhnya penanganan sekolah tersebut kepada pemerintah daerah setempat. Ketua tim Komisi X Heri Akhmadi, ketika ditemui di sela-sela kunjungannya ke SDN 7 Dayeuhkolot, Desa/Kec. Dayeuhkolot, Selasa (9/3), mengatakan, jika dilakukan, relokasi sekolah harus diikuti pemindahan seluruh warga yang berada di kawasan genangan banjir. ”Kalau yang ditangani hanya sekolahnya, sedangkan lingkungan sekitarnya tidak, siapa yang akan bersekolah di sana. Tadi juga ada usulan bedol desa, itu kan lebih sulit lagi karena sekarang ini tidak mudah mendapatkan lahan yang sesuai. Kalau direlokasi ke luar Jawa, mana ada guru yang mau dikirim ke sana,” kata Heri. Menurut Heri, Komisi X menyerahkan keputusan akhir kepada Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung. ”Kami sudah tahu kondisi lingkungan di sini buruk. Kami juga harus mempelajari bagaimana solusi yang terbaik. Usulan harus dilakukan dari bawah, kami hanya menyediakan skema umum,” ucapnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung Juhana, yang ditemui dalam kesempatan yang sama, mengatakan, ada beberapa opsi, seperti relokasi, meninggikan bangunan sekolah, atau memindahkan kegiatan belajar-mengajar ketika banjir ke kelas singgah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kec. Baleendah, seperti yang dilakukan saat ini. ”Untuk usulan relokasi baru bisa dilakukan ketika ada relokasi penduduk. Karena konsep sekolah mengikuti lokasi penduduk berada,” kata Juhana. Oleh karena itu, tutur Juhana, Disdikbud Kab. Bandung tetap berpegang pada opsi meninggikan bangunan sekolah. ”Langkah itu perlu untuk mengamankan sarana belajar, bisa dipakai ketika terjadi banjir tanpa harus terganggu karena sarana dan prasarana rusak. Tapi, yang harus dipikirkan adalah bagaimana akses ke sekolah itu ketika banjir,” ucap Juhana sambil menyebutkan akan menyiapkan perahu karet jika opsi meninggikan bangunan sekolah jadi dilakukan. Di Kab. Bandung, terdapat tiga sekolah yang selalu tergenang akibat meluapnya Sungai Citarum, yaitu SDN 7 Dayeuhkolot, SDN Andir, dan SDN Mekarsari Cieunteung. Kepala SDN 7 Dayeuhkolot Siti Latifah mengaku memilih meninggikan bangunan sekolah daripada merelokasinya. ”Untuk jalan akses mungkin bisa disediakan perahu,” ujarnya. Menurut dia, hanya sekitar 75 persen dari 296 murid di SDN 7 Dayeuhkolot yang aktif mengikuti KBM ketika musim hujan. Tidak logis Penilaian berbeda dikemukakan salah seorang anggota Komisi X DPR RI, Parlindungan Hutabarat. Menurut dia, relokasi adalah cara terbaik. ”Masalah banjir tidak hanya menghinggapi sekolah, tapi juga rumah-rumah penduduk. Karena itu, relokasi adalah jalan terbaik,” tuturnya. Parlindungan menilai, upaya meninggikan bangunan sekolah tidak logis. ”Kita kan juga harus memikirkan faktor keselamatan anak-anak yang harus melalui akses jalan banjir untuk menuju sekolah,” ucapnya. Untuk itu, pemerintah seharusnya cepat mengadakan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga mengenai opsi yang akan dipilih. ”Kalau opsi relokasi yang dipilih, pemerintah harus aktif memberikan penyuluhan, termasuk ke mana warga akan direlokasi, agar mereka tahu,” ujarnya. (A-175)*** Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Rabu 10 Maret 2010 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



