Home Lintas Kabupaten Kota Kab. Bandung BANJIR MELUAS, PENGUNGSI BERTAMBAH
BANJIR MELUAS, PENGUNGSI BERTAMBAH PDF Print E-mail
Tuesday, 02 February 2010 17:34
Bandung (SI) – Kampung Cieunteung di Kelurahan/ Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, sudah lima hari terendam banjir.Ketinggian air di permukiman warga belum surut. Bahkan jumlah pengungsi terus bertambah.Bantuan pelayanan kesehatan terhadap para pengungsi, bantuan dapur umum, dan sarana air bersih juga mulai berdatangan.

Satlak Penanggulangan Bencana Kecamatan Baleendah mencatat, sebanyak 919 jiwa dari 292 kepala keluarga (KK) telah memenuhi lokasi pengungsian. Angka tersebut meningkat dari jumlah pengungsi hari sebelumnya, Minggu (31/1) yang mencapai 893 jiwa. Dari 893 jiwa pengungsi, 95 kepala keluarga (KK) di antaranya ditempatkan di Gedung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, aula Kecamatan Baleendah (12 KK),GOR Baleendah (15 KK), tenda pengungsian (30 KK), dan 140 KK lainnya mengungsi di loteng Masjid At Taqwa, Jalan Mekarsari Cieunteung dan Masjid Andir.

”Jumlah pengungsi meningkat karena warga yang sebelumnya memilih bertahan di rumah mereka berdatangan ke lokasi pengungsian. Setelah mulai lapar,tidak punya lagi persediaanairbersih,dantidakkuat lagi, mereka pun akhirnya ikut mengungsi,” jelas Agus Sudrajat, salah satu petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pemkab Bandung. Jumlah pengungsi di atas belum termasuk di Dayeuhkolot. Pengungsi di sana ditampung di kantor kecamatan,masjid,maupun tempat lainnya.

”Jadi pengungsi banjir diperkirakan mancapai ribuan orang, di atas seribu orang,”jelasnya. Para pengungsi kerap hilir mudik masuk ke pemukiman yang terendam untuk membawa barangbarang dan pakaian keperluan mereka sehari-hari. Petugas Tagana pun harus rela berkeliling menggunakan perahu di Kampung Cieunteung untuk membantu pengungsi. ”Perahu memang menjadi sarana transportasi satu-satunya yang efektif melayani aktivitas masyarakat.

Tidak hanya orang yang diangkut dengan perahu, tapi juga barang dagangan hingga sepeda motor,”jelas Agus. Seiring semakin lamanya genangan air dan banyaknya pengungsi, berbagai penyakit akibat banjir pun mulai berjangkit.Kepala UPTD Pelayanan Kesehatan Baleendah dr Eva Rufaida mengatakan, infeksi saluran pernapasan (ispa), gatal-gatal,myalgia, gastritis, diare,hipertensi,conjungtifitis, dan pegal-pegal dialami 870 pasien.

”Sudah 870 pasien korban banjir kami layani sejak banjir pertama pada 25 Januari lalu.Mereka kami datangi di setiap tempat pengungsian,”ujar Eva. Sementara itu,PDAM Tirta Rahardja sudah menyuplai sedikitnya 10 truk air bersih berkapasitas 4.000-6.000 liter. ”Sudah 10 kali truk kami bolak balik menyuplai air bersih sejak Sabtu (30/1) lalu,” kata Kepala Unit Baleendah-Bojongsoang PDAM Tirta Raharja Suryana.

Bupati Bandung Obar Sobarna yang kemarin meninjau lokasi banjir Cieunteung, mengatakan, banjir kali ini lebih lama menggenang ketimbang banjir tahun lalu. ”Karena ada tiga anak Sungai Citarum yakni Sungai Cikapundung, Cisangkuy dan Citepus, juga Cigado yang sama-sama meluap sehingga air di pemukiman Cieunteung pun sulit surut,”jelas Obar. Menurut dia,Pemkab Bandung tengah menyiapkan berbagai alternatif solusi baru dalam penanganan banjir di Baleendah.

Solusi tersebut antara lain dengan membangun rumah singgah bagi para pengungsi korban banjir sehingga titik pengungsian lebih terkonsentrasi. Pemkab Bandung juga akan membuat perahu yang lebih ideal yang mencukupi bagi lebih dari 850 warga Kampung Cieunteung.Idealnya, 10 rumah (KK) bisa memiliki satu unit perahu.

Untuk SDN Mekarsari dan SDN Andir di Kampung Jambatan,Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah,yang terus terendam setiap banjir datang, akan dibangun fondasi gedung yanglebih tinggi dari kondisi saat ini. Mengenai infrastruktur penangkal banjir, akan dibuatkan tanggul Sungai Citarum di Kampung Cieunteung sepanjang 100 meter dengan ketinggian sekitar 2 meter. (iwa ahmad sugriwa)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Selasa 02 Februari 2010