Fri10312014

Last update12:51:42 PM

Cianjur Selatan Pemasok Padi Terbesar

CIANJUR, (PRLM).- Pasokan padi di Cianjur sebagian besar dipasok dari Cianjur Selatan. Bahkan, sejumlah wilayah di Cianjur Selatan menghasil jumlah produksi yang tinggi untuk Cianjur setiap tahunnya. Kecamatan Kadupandak menjadi penghasil tertinggi, bahkan mencapai 60 ribu hingga 70 ribu ton setiap tahunnya. Namun, sejumlah petani masih mengeluhkan infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi dan peralatan lain masih minim.

Kepala DPTPH Kabupaten Cianjur Sudrajat Laksana melalui Kasubag Penyusunan Program Enan Laksana saat dikonfirmasi "PR", Selasa (30/10) menuturkan, berdasarkan data 2011, produksi padi Kecamatan Kadupandak mencapai 78.666 ton dari 12.997 hektare luas panen dan 12.903 hekatare luas tanam. Sementara wilayah kecamatan lainnya di wilayah Cianjur Selatan, rata-rata produksinya mencapai 20 ribu hingga 30 ribu ton setiap tahunnya.

"Seperti Kecamatan Takokak 38.102 ton, Kecamatan Pagelaran 34.485 ton serta 33.359 ton untuk Kecematan Tanggeung. Ini seluruhnya data 2011, pasalnya, data 2012 belum sepenuhnya masuk. Karena memang laporannya dibuat pertahun. Namun, hingga Agustus ini, produksi padi mencapai 758.515 ton," ucapnya.

Dikatakannya, untuk wilayah sekitar perkotaan, produksi padi tertinggi ada di wilayah Kecamatan Cibeber sekitar 44.123 ton per tahun. Kecamatan Karangtengah mencapai 36.776 ton dan Kecamatan Bojongpicung 33.188 ton. "Untuk 2011, produksi padi kita turun. Tapi tidak sampai kekurangan, masih surplus, bahkan ada di rasio 2. Maksudnya, mencukupi kebutuhan hingga dua tahun," tuturnya.

Produksi padi di Cianjur, kata Enan, khususnya wilayah selatan ditentukan oleh curah hujan. Pasalnya, rata-rata kondisi lahan persawahan merupakan tadah hujan. Hal ini diakui oleh Kabid Pertanian Tanaman Pangan Entis Tisna Sasmita. Ia mengatakan, terkait kondisi tersebut petani harus lebih awal dalam mengolah tanah.

"Musim hujan di wilayah selatan lebih cepat waktunya dibandingkan dengan wilayah di Cianjur lainnya. Maksudnya, meski masih terhitung musim penghujan, curah hujan akan berkurang. Sehingga, para petani harus cepat dalam mengolah lahan yang ada," ucapnya.

Namun, kondisi tersebut tidak didukung dengan infrastruktur pertanian yang memadai. Salah seorang petani di Kecamatan Sindang Barang, Rahmat mengatakan masih banyak saluran irigasi yang sudah rusak dan tidak layak digunakan. Kondisi tersebut memicu terjadinya kebanjiran termasuk sawah saat musim penghujan dan kekeringan saat musim kemarau hingga mengakibatkan kegagalan panen. "Masih banyak juga bendungan-bendungan yang seharusnya bisa diperbaiki atau dibangun lagi namun tidak juga diperbaiki. padahal bisa membantu pertanian di Wilayan Cianjur Selatan," katanya.

Data dari DPTPH Kabupaten Cianjur melansir jika realisasi produksi padi 2012 mencapai 84 persen. Pihak dinas meyakini jumlah tersebut akan melampaui dari target yang ditetapkan pada akhir Desember mendatang. Sejak Januari-Agustus 2012, realisasi luas tanam mencapai 81.749 hektare dengan realisasi luas panen 136.042 hektare.

Dari realisasi tersebut jumlah capaian produksi padi mencapai 84 persen atau sekitar 758.515 ton dari target 894.243 ton. Produksi 2011 turun dibandingkan 2010, sebanyak 8 persen. Pada 2011, jumlah produksi padi mencapai 839.776 ton dari luas tanam 157.750 hektare dan luas panen 144.913 hektare. Sedangkan 2010, jumlah produksi padi mencapai 915.266 ton dari luas tanam 149.874 hektare dan luas panen 164.647 hektare. (A-186/A-26)

Sumber: Pikiran Rakyat Online - Rabu, 31 Oktober 2012

AddThis Social Bookmark Button