Mon11242014

Last update07:25:14 PM

Sumedang akan Buat Perbup Distribusi Tertutup Gas Elpiji

SUMEDANG, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang kini sedang menjajagi rencana membuat peraturan bupati (Perbup) mengenai penerapan sistem distribusi tertutup gal elpiji volume tabung tiga kilo gram (3kg) di wilayahnya. Rencana tersebut dikemukakan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Sumedang Dedi H Charis, ketika sedang memimpin kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pendistribusian gas Elpiji 3 kg di wilayah Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Rabu (25/1/12).

 

Sidak tersebut, diikuti sejumlah unsur tim sidak dari Pemkab Sumedang, konsultan pelaksanaan ditribusi tertutup (distup) gas elpiji Sumedang Dodi, serta Sales Refresentatif Pertamina Manager Area Bandung Hendra. Tim Sidak tersebut di antaranya mengunjungi serta mengecek aktivitas di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), agen, pengecer, serta sejumlah masyarakat pengguna elpiji 3 kg di sejumlah desa di wilayah Kec. Cimanggung.

"Sidak yang kami lakukan sekarang, selain sebagai bentuk kegiatan rutin pengecekan kami, juga sebagai langkah untuk mendukung rencana pembuatan perbup itu," kata Dedi Charis.

Perbup yang akan dibuat Pemkab Sumedang itu, menurut Dedi, di antaranya akan memuat aturan mengenai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis distribusi tertutup, termasuk mengatur harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg. "Sumedang memandang perlu membuat perbup itu, karena sejak tahun 2010 Kabupaten Sumedang telah dijadikan pilot projek penerapan Distup gas elpiji 3 kg," kata Dedi, dibenarkan Dodi dan Hendra.

Mereka menerangkan, dalam sistem distup, gas elpiji 3 kg hanya disalurkan kepada masyarakat pengguna yang telah terdata sebelumnya. "Setiap kepala keluarga sasaran pengguna elpiji 3kg di Sumedang dibekali kartu kendali. Selain itu, pendistribusian melalui agen dan pengecernya kami atur sehingga kepala keluarga pemegang kartu kendali di satu wilayah pemasaran agen tidak bisa membeli gas elpiji 3 kg menyeberang membeli ke wilayah distribusi wilayah agen lainnya," ujar Dodi, menerangkan. (A-91/A-88)

Sumber: Pikiran Rakyat Online - Kamis, 26 Januari 2012

AddThis Social Bookmark Button