Wed11262014

Last update07:25:14 PM

Delapan Desa Siap Menerima Bantuan Gubernur

SUMEDANG, (GM)- Salah satu tujuan program Desa Mandiri Menuju Desa Peradaban (DMMDP) adalah mendukung ketahanan pangan, peningkatan ekonomi desa melalui penambahan modal badan usaha milik desa (bumdes), penambahan PAD serta membangun sarana dan prasarana umum.

 

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jawa Barat, Dr. Ir. H. Dadang Mohamad, M.S.C.E., Ph.D. didampingi Kasubid Perangkat dan Administrasi Desa/Kelurahan, Drs. H. Dedeng Yusuf, S.H., M.Si. ketika meninjau persiapan delapan desa penerima bantuan Rp 1 miliar dari Gubernur Jawa Barat melalui program DMMDP 2012 di Kabupaten Sumedang, Sabtu (7/1).

Kedelapan desa di Kab. Sumedang yang menerima bantuan itu yakni Desa Cibugeul (Kades Rusman), Cikaramah (Kades Yunus Mulyana), Haur Gombong (Kades Adang), Ganjar Resik (Kades Asep Sukmara), Buah Dua (Kades Dadang Sukmana), Cipeuteuy (Kades Maenah Nurlaela), Jembar Wangi (Kades Fitriani Dewi), dan Situraja Utara (Kades Cucu).

Alokasi sasaran program ini, kata Dadang, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya sarana olahraga, pengaspalan jalan dan gang, penambahan modal bumdes serta pembangunan sarana umum lainnya.

Menurut Kepala BPMPD, pelaksanaan program tersebut tetap harus mengacu pada empat pilar, yakni aman secara politis, dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis, sosiologis program yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal serta secara psikologis dapat meningkatkan performa aparat pemerintahan desa.

Sementara itu, menurut Kades Cikaramah, Yunus Mulyana, bantuan dari Gubernur Jabar melalui program ini sangat membantu perkembangan dan kemajuan desa. Masyarakat pun sangat antusias dan mendukung karena nantinya bantuan tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk membantu kebutuhan mereka, seperti pembangunan fisik dan nonfisik.

Dijelaskan Yunus, bantuan tersebut akan digunakan sesuai proposal pengajuan, di antaranya pelebaran lapangan Dusun Panyingkiran Rp 50 juta, pembangunan kelembagaan, perpustakaan satu paket Rp 175 juta, pengembangan usaha Rp 175 juta, dan lumbung padi Rp 150 juta. (B.24)

Sumber: Harian Galamedia - Senin, 09 Januari 2012

AddThis Social Bookmark Button