Home Lintas Jabar Sosial Politik LONGSOR CIKIDANG TIMBUN 53 RUMAH
LONGSOR CIKIDANG TIMBUN 53 RUMAH PDF Print E-mail
Tuesday, 02 February 2010 17:44
Jumlah kerusakan rumah warga di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi,akibat bencana longsor yang terjadi Sabtu (30/1) lalu, terus bertambah.

Data pada kantor kecamatan setempat menunjukkan, hingga Senin (1/2), rumah rusak mencapai 53 unit. Puluhan rumah rusak itu tersebar di dua desa,masing-masing Desa Sampora sebanyak 41 rumah dan Desa Cikidang 12 rumah. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun kerugian yang diderita mencapai kurang lebih Rp450 juta.

”Di samping itu masih terdapat 28 rumah lainnya terancam,” ujar Kepala Desa Sampora Badrudin. Berdasarkan pantauan Seputar Indonesia, tanah tebing di Desa Sampora berbentuk undakan atau menyerupai anak tangga dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Di setiap undakan umumnya terdapat belasan rumah yang dibangun semi permanen.

Longsor Ciamis

Sejumlah kepala keluarga (KK) di Dusun Cisenday, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, masih bertahan sekalipun longsor susulan menghantui wilayah permukiman mereka. Sebelumnya, terdapat lima KK di wilayah tersebut yang diminta untuk segera mengungsi pascalongsornya tebing Cisenday di Dusun Cisenday RT 36/14, Desa Sindangsari.

Warga diimbau mengungsi karena pascalongsor timbul retakan di sekeliling halaman dan rumah mereka. Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang mengakibat kan tiga titik tebing di kawasan pemukiman penduduk Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, longsor pada Sabtu (30/1) lalu.Akibatnya, satu rumah rusak dan lima KK diminta segera mengungsi.

Rob Rendam Pesisir Ciamis

Banjir laut atau rob melanda Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis,dengan ketinggian mencapai 50 cm. Banjir yang diakibatkan kondisi air laut pasang tersebut sudah berlangsung sejak satu pekan lalu,namun sebelumnya air tidak sampai merendam rumah warga.

”Dulu banjir laut tidak sampai merendam rumah warga, tapi mulai malam kemarin (Minggu, 31/1), sedikitnya di wilayah RT (rukun tetangga) kami ada lima rumah yang terendam,” kata Alan, 39, Ketua RT 02/04,Dusun Pamotan kepada Seputar Indonesia, kemarin. Selain rumah warga, rob juga merendam tambak kepiting milik penduduk.

Yang lebih memprihatinkan, menurut Alan,saat ini banyak warga yang terserang penyakit chikungunya. Dia menyesalkan, sejak memberikan laporan atas kondisi di wilayahnya,belum ada tindakan apapun dari pemerintah baik melalui kecamatan maupun desa setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Odang Ruhiyat mengaku sudah mengagendakan untuk meninjau ke lokasi banjir laut di Dusun Majingklak. ”Baru diagendakan pada Rabu (3/2) mendatang,” tandas Odang.

Air Limpas Indramayu

Dari Kabupaten Indramayu, puluhan rumah di dua desa, yakni Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, dan Desa Terusan,Kecamatan Sindang, terendam air limpas dari Sungai Cimanuk,kemarin.Luapan air dari Sungai Cimanuk tersebut masuk ke permukiman warga hingga menggenangi dengan ketinggian antara 30-50 cm. Di Desa Brondong, daerah yang terkena genangan cukup parah yakni di Blok Tambangan yang yang berdekatan dengan Sungai Cimanuk.”

Air tiba-tiba menggenangi halaman rumah,meski tidak terjadi hujan. Air limpas dari Sungai Cimanuk ini karena air terus meluap dari Bendungan Karet Desa Brondong,” ungkap Karnadi, 38 warga Blok Tambangan saat ditemui Seputar Indonesiadi lokasi banjir. Kepala Dusun Desa Brondong Imam Burhan menjelaskan,rumah warga yang terendam lebih kurang 30 rumah. Meski lokasi banjir dekat Sungai Cimanuk,warga belum berniat mengungsi.

Air limpas juga menggenangi rumah warga di Blok Ki Bubat,Desa Terusan, dengan ketinggian 30-50 cm. Air limpas yang terjadi kali ini ditengarai karena debit air dari Bendung Rentang Majalengka terus meninggi. Air tidak bisa dibendung di bendungan-bendungan di Kabupaten Indramayu seperti Bendung Karet Bangkir di Desa Bangkir, Kecamatan Lohbener,dan Bendung Karet Brondong di Desa Brondong.

Air kiriman ini akibat curah hujan di wilayah Majalengka cukup tinggi sehingga tidak mampu ditampung Bendung Rentang. Selain menggenangi rumah warga, air limpas juga menggenangi ratusan hektare tambak udang dan bandeng di Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi. Akibatnya, ikan bandeng dan udang milik petambak mati. (toni kamajaya/ujang marmuksinudin/tomi indra)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Selasa 02 Februari 2010