Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 146 guests onlineJajak Pendapat
| ANGIN PUTING BELIUNG MENYAPU BEBERAPA DAERAH |
|
|
|
| Thursday, 07 January 2010 11:42 |
|
800 Warga Dievakuasi
Soreang, (PR).- Sekitar delapan ratus warga Kec. Rancaekek, Kab. Bandung terpaksa dievakuasi, menyusul terjadinya banjir bandang yang menerjang enam desa, Rabu (6/1) pukul 16.00 WIB. Selain merendam sekitar dua ratus rumah warga, banjir bandang juga menyebabkan Jalan Raya Rancaekek-Cicalengka terputus, sehingga kemacetan sekitar sepuluh kilometer terjadi mulai dari mulut tol Cileunyi hingga lokasi banjir. Camat Rancaekek Meman Nurjaman mengatakan, banjir bandang terjadi di dua daerah, yaitu sepanjang aliran Sungai Cikeruh, serta Sungai Cimande dan Cikijing. Air Sungai Cikeruh yang meluap dengan cepat menggenangi tiga desa, yaitu Desa Bojongloa, Rancaekek Wetan, dan Rancaekek Kulon. Sementara luapan Sungai Cimande dan Cikijing, menggenangi Desa Linggar, Haurpugur, dan Sukamulya. "Namun, kebanyakan rumah yang terendam itu terletak di sepanjang Sungai Cikeruh, soalnya daerah itu merupakan permukiman padat. Kalau sepanjang Sungai Cimande dan Cikijing, itu sebagian besar persawahan," tuturnya. Menurut Meman, ini merupakan banjir bandang yang pertama kali menimpa enam desa tersebut. Air sungai tiba-tiba naik dengan cepat sekitar pukul 16.00 WIB, dengan ketinggian 20 cm-100 cm. Padahal, hujan mengguyur pada pukul 13.00 WIB dan sudah berhenti sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga pukul 20.30 WIB tadi malam ketinggian air terus naik. Meman mengaku belum mendapat kepastian mengenai penyebab terjadinya banjir bandang di Desa Linggar, Haurpugur, dan Sukamulya. "Beritanya masih simpang siur. Ada yang bilang ini gara-gara Tanggul Manglayang di Sumedang jebol, ada juga yang bilang jebolnya tanggul di tempat lain," ujarnya. Untuk menghindari terjadinya korban jiwa, Meman memusatkan perhatian pada evakuasi sekitar delapan ratus warga di enam desa tersebut ke tempat-tempat aman seperti masjid, sekolah, atau kantor kelurahan. Selain mengerahkan empat puluh anggota Satkorlak Desa, dia juga meminta bantuan kepada Satkorlak Kab. Bandung, Satbrimob, PMI, dan Batalyon 330 Kujang. Namun, hingga berita ini diturunkan pukul 21.00 WIB, baru ada tiga perahu karet yang diturunkan untuk membantu evakuasi. Dua di antaranya bantuan dari Satbrimob, yang hanya dapat sampai ke lokasi dengan teknik bentangan air, karena mobil pengangkut perahu karet hanya dapat mengantar sampai Jln. Sayang Jatinangor Kab. Sumedang. Banjir juga menyebabkan terputusnya Jln. Raya Rancaekek-Cicalengka di daerah Dangdeur Kec. Rancaekek. Akibatnya, kemacetan sekitar sepuluh kilometer terjadi mulai pintu tol Cileunyi. Bupati Bandung Obar Sobarna yang langsung meninjau lokasi banjir tadi malam segera memerintahkan sejumlah kepala dinas untuk mencari tahu penyebab banjir bandang. Dia juga memerintahkan untuk membuat pos dan dapur darurat di sejumlah titik, untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. "Untuk jumlah dapur dan pos darurat serta bentuk bantuan lain, kita lihat dulu situasinya. Nanti kita bantu sesuai dengan kebutuhan," katanya. Tanggul jebol Sementara itu, bobolnya tanggul juga kembali menyebabkan air menggenangi kediaman warga. Kali ini, air menggenangi rumah warga di RW 08 Kel. Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung. Air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 15.00 WIB akibat bobolnya tanggul Anak Sungai Cipariuk. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter, tetapi air kembali surut dalam waktu sekitar satu jam. Lurah Cipadung Kidul, Dedi mengatakan, panjang tanggul yang jebol mencapai 20 meter. Tanggul tersebut dibangun pada Juni 2009 lalu. Ia menuturkan, sejak dibangun hingga saat ini, setidaknya telah terjadi delapan kali banjir di lokasi tersebut. Hanya, selama ini air hanya menggenangi bagian jalan, tidak sampai menggenangi rumah warga. "Baru kali ini sampai ke rumah warga karena tanggulnya bobol," ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda yang dihubungi terpisah mengatakan, terdapat dua kemungkinan penyebab bobolnya tanggul tersebut, yakni kualitas kirmir yang kurang baik dan besarnya tekanan air. "Ini yang akan coba kita ketahui," ujarnya. Ayi mengungkapkan, dia bersama Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung akan melakukan pemeriksaan sejumlah kirmir yang ada di sungai di Kota Bandung. Hanya, Ayi mengakui, hal tersebut juga memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi. Alasannya, kewenangan pengelolaan air permukaan dan pembangunan sejumlah kirmir berada di pemerintah provinsi. "Hal ini harus dilakukan bersama-sama," katanya. Di daerah Hujan lebat di Kab. Sumedang juga menyebabkan terjadinya banjir dan longsor. Banjir menggenangi empat desa, yaitu Desa Cikeruh, Mekargalih, Cipacing, dan Desa Hegarmanah di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, dengan ketinggian air bervariasi, antara belasan sentimeter hingga lebih dari satu meter. Menurut Camat Jatinangor Nandang Suparman, laporan terakhir menyebutkan, terdapat empat rumah bilik terbawa hanyut arus banjir di Desa Mekargalih. Sementara itu, bencana longsor menimpa 9 rumah dan 1 madrasah di Kec. Tanjungsari, yakni 5 rumah dan 1 bangunan madrasah di Desa Margaluyu, serta 4 rumah warga di Dusun Manco, Desa Gudang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut (selengkapnya baca di Rubrik Jawa Barat). Di Kab. Subang, angin puting beliung menyapu empat ratus rumah di lima desa di Kec. Pamanukan, yaitu Desa Pamanukan Kota, Pamanukan Hilir, Pamanukan Sebrang, Ranca Ilir, dan Desa Mulyasari. Tiga rumah di antaranya ambruk akibat tertimpa pohon yang roboh. Angin puting beliung juga melanda wilayah Tatar Galuh Ciamis. Belasan rumah di Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari rusak berat karena tertimpa pohon tumbang akibat tidak mampu menahan kuatnya tiupan angin. Empat ratus rumah di Kel. Cikiwul dan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, juga rusak parah akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (5/1) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan pemantauan "PR", kerusakan rumah beragam. Ada yang rusak parah karena tertimpa pohon besar, ada pula yang rusak ringan. Bahkan, genting beberapa rumah hancur karena terpaan angin. (A-180/A-188/A-91/A-106/A-101/A-186)*** Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Kamis, 07 Januari 2010 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



