Info Terakhir
- PEMPROV JABAR ADAKAN BUKU PELAJARAN GRATIS 2010
- 4 KELEBIHAN KARTU LEBARAN DIBANDING SMS
- GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN KLARIFIKASI KARTU LEBARAN
- DISPARBUD JABAR AKAN MINTA DANA DEKONSENTRASI
- BAHAN BAKAR JANGAN KHAWATIR
- PROGRAM DESA PERADABAN DILUNCURKAN
- GUBERNUR JABAR CANANGKAN 100 DESA MANDIRI
- PEMDA DIMINTA BERI KOMPENSASI
- DISHUB SEDIAKAN 10 POS PENGADUAN
- PEMPROV ANGGARKAN Rp. 3 MILIAR
Pengunjung
We have 76 guests onlineJajak Pendapat
| 4 ATLET JABAR KE YOUTH OLYMPIC |
|
|
|
| Tuesday, 20 July 2010 22:41 |
|
Jakarta, (PR).-
Jawa Barat meloloskan empat atletnya menuju Youth Olympic Games (YOG) 2010 pada 14-26 Agustus di Singapura. Keempat atlet Jabar tersebut yakni Pratama Siahaan (renang), Grace Sari Ysidora (tenis), Dewi Safitri (angkat besi), dan Suherman (balap sepeda). Dari keempat atlet Jabar hanya Grace yang mendapatkan tiket wild card dari Badan Olimpiade Dunia (IOC) karena dinilai memiliki prestasi dunia. Sisanya, lolos melalui kualifikasi karena menembus batas kualifikasi YOG. Pratama (18) melampaui batas kualifikasi 2 menit 7,88 detik untuk gaya kupu-kupu 200 meter setelah mencatatkan waktu lebih baik 0,45 detik di Singapore National Age Group Championships. Sementara Dewi yang turun kelas 53 kg, membawa pulang perunggu di ajang 12th Asian Youth Weightlifting Championship di Uzbekistan. Suherman yang bermain di nomor cross country dan BMX lolos saat ajang kualifikasi Asia di Singapura, Mei lalu. Sumbangsih atlet Jabar ini menyamai jumlah atlet Jatim yang juga lolos ke YOG, yakni empat orang, Erlina Safitri (panahan), Fibriani Ratna Marita (renang), serta dua pembalap sepeda Elga Kharisma dan Ongky Setiawan. Sementara sisanya, lima atlet lainnya dari empat belas nama yang maju ke YOG berasal dari DKI, Evert Sukamta dan Renna Suwarno (bulu tangkis), serta Zainuddin (angkat besi). Lalu Sumbar, Sumsel, dan Kalbar sama-sama menyumbangkan satu atletnya, Patricia Yosita (renang), Maco V. Hungan (taekwondo), Destian Satria (balap sepeda). Kendati empat belas atlet maju menuju YOG, Ketua Divisi Development Sport KOI Djoko Pramono menuturkan, jumlah itu dinilainya masih terlalu sedikit. Dari 26 cabang olah raga yang nantinya akan dipertandingkan, Indonesia hanya mampu meloloskan tujuh cabang untuk tampil di YOG. "Thailand saja meloloskan 30 atlet. Ini tandanya lampu merah bagi kita," ujarnya di KONI Pusat, Jakarta, Senin (19/7). Kegagalan Indonesia meloloskan tak lebih dari dua puluh atlet, menurut dia, karena tidak adanya program pelatihan khusus untuk para atlet junior. Meski demikian, Joko bersyukur karena sudah melewati target, yakni meloloskan sepuluh atlet. "Selama ini hanya prestasi senior fokusnya. Oleh karena itu, ini jadi peringatan jika ingin berprestasi di Olimpiade 2016, karena mereka ini nantinya akan menjadi atlet potensial yang bisa dipersiapkan," tuturnya. Sebagai langkah persiapan menuju Singapura, KOI secara bertahap akan memberikan pembekalan psikologi bagi para atletnya yang akan dimulai 6 Agustus nanti. Sementara untuk persiapan teknis, KOI akan menyerahkan kepada pengurus besar (PB) cabor masing-masing. "Kendati sudah masuk bulan Puasa bagi yang menjalaninya, kami mengharapkan mereka bisa sukses di Singapura. Oleh karena itu, ada sesi psikologi," ujarnya. Di ajang YOG ini, KOI mengharapkan angkat besi dan bulu tangkis bisa menjadi andalan dalam memperoleh medali. "Terutama dari putra. Namun, tidak tertutup kemungkinan dari sektor putri juga bisa menjadi andalan. Semoga mereka bisa memanfaatkan momen ini sebagi pembelajaran, karena ini tak ubahnya seperti Olimpiade. Dari tahap kualifikasi pun persaingan sudah berat. Jadi, memang tidak ada bedanya dengan Olmpiade senior, Yang beda hanya umur," katanya. (A-161)*** Sumber : Harian Pikiran Rakyat - Selasa, 20 Juli 2010 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



