Home Lintas Jabar Pemuda Olahraga 4 ATLET JABAR KE YOUTH OLYMPIC
4 ATLET JABAR KE YOUTH OLYMPIC PDF Print E-mail
Tuesday, 20 July 2010 22:41
Jakarta, (PR).-
Jawa Barat meloloskan empat atletnya menuju Youth Olympic Games (YOG) 2010 pada 14-26 Agustus di Singapura. Keempat atlet Jabar tersebut yakni Pratama Siahaan (renang), Grace Sari Ysidora (tenis), Dewi Safitri (angkat besi), dan Suherman (balap sepeda).

Dari keempat atlet Jabar hanya Grace yang mendapatkan tiket wild card dari Badan Olimpiade Dunia (IOC) karena dinilai memiliki prestasi dunia. Sisanya, lolos melalui kualifikasi karena menembus batas kualifikasi YOG. Pratama (18) melampaui batas kualifikasi 2 menit 7,88 detik untuk gaya kupu-kupu 200 meter setelah mencatatkan waktu lebih baik 0,45 detik di Singapore National Age Group Championships.

Sementara Dewi yang turun kelas 53 kg, membawa pulang perunggu di ajang 12th Asian Youth Weightlifting Championship di Uzbekistan. Suherman yang bermain di nomor cross country dan BMX lolos saat ajang kualifikasi Asia di Singapura, Mei lalu.

Sumbangsih atlet Jabar ini menyamai jumlah atlet Jatim yang juga lolos ke YOG, yakni empat orang, Erlina Safitri (panahan), Fibriani Ratna Marita (renang), serta dua pembalap sepeda Elga Kharisma dan Ongky Setiawan. Sementara sisanya, lima atlet lainnya dari empat belas nama yang maju ke YOG berasal dari DKI, Evert Sukamta dan Renna Suwarno (bulu tangkis), serta Zainuddin (angkat besi). Lalu Sumbar, Sumsel, dan Kalbar sama-sama menyumbangkan satu atletnya, Patricia Yosita (renang), Maco V. Hungan (taekwondo), Destian Satria (balap sepeda).

Kendati empat belas atlet maju menuju YOG, Ketua Divisi Development Sport KOI Djoko Pramono menuturkan, jumlah itu dinilainya masih terlalu sedikit. Dari 26 cabang olah raga yang nantinya akan dipertandingkan, Indonesia hanya mampu meloloskan tujuh cabang untuk tampil di YOG. "Thailand saja meloloskan 30 atlet. Ini tandanya lampu merah bagi kita," ujarnya di KONI Pusat, Jakarta, Senin (19/7).

Kegagalan Indonesia meloloskan tak lebih dari dua puluh atlet, menurut dia, karena tidak adanya program pelatihan khusus untuk para atlet junior. Meski demikian, Joko bersyukur karena sudah melewati target, yakni meloloskan sepuluh atlet.

"Selama ini hanya prestasi senior fokusnya. Oleh karena itu, ini jadi peringatan jika ingin berprestasi di Olimpiade 2016, karena mereka ini nantinya akan menjadi atlet potensial yang bisa dipersiapkan," tuturnya.

Sebagai langkah persiapan menuju Singapura, KOI secara bertahap akan memberikan pembekalan psikologi bagi para atletnya yang akan dimulai 6 Agustus nanti. Sementara untuk persiapan teknis, KOI akan menyerahkan kepada pengurus besar (PB) cabor masing-masing. "Kendati sudah masuk bulan Puasa bagi yang menjalaninya, kami mengharapkan mereka bisa sukses di Singapura. Oleh karena itu, ada sesi psikologi," ujarnya.

Di ajang YOG ini, KOI mengharapkan angkat besi dan bulu tangkis bisa menjadi andalan dalam memperoleh medali. "Terutama dari putra. Namun, tidak tertutup kemungkinan dari sektor putri juga bisa menjadi andalan. Semoga mereka bisa memanfaatkan momen ini sebagi pembelajaran, karena ini tak ubahnya seperti Olimpiade. Dari tahap kualifikasi pun persaingan sudah berat. Jadi, memang tidak ada bedanya dengan Olmpiade senior, Yang beda hanya umur," katanya. (A-161)***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat - Selasa, 20 Juli 2010